<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147887">
 <titleInfo>
  <title>UPAYA PENYELESAIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA TERHADAP PEREMPUAN (STUDI DI MAHKAMAH SYAR’IYAH KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Safaul Nisa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FISIPOL</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kekerasan Dalam Rumah Tangga merupakan perbuatan yang melukai, menyakiti serta menimbulkan cedera dan kesengsaraan baik secara fisik dan psikis termasuk di dalamnya pemaksaan, pemerasan dan perampasan kemerdekaan seseorang yang berada dalam lingkup rumah tangga, terutama dialami oleh perempuan akibat adanya budaya patriarki. Sehingga menyebabkan kesenjangan posisi antara suami atau istri yang dimana suami merasa memiliki kuasa penuh dalam rumah tangga,  hal ini terjadi akibat kultur di Aceh yang secara turun temurun menempatkan laki-laki dalam posisi yang dominan dan utama sehingga perempuan yang menjadi korban KDRT tidak sepenuhnya sadar jika mereka mengalami ketidakadilan dalam relasi kuasa yang membahayakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya penyelesaian apa yang diterapkan oleh Mahkamah Syar’iyah kota Banda Aceh terhadap rumah tangga yang mengalami tindak KDRT. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dan menggunakan Teori Relasi Kuasa oleh Michelle Foucault. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 2 solusi yang ditawarkan oleh Mahkamah Syar’iyah selaku lembaga hukum dalam menyelesaikan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga yaitu Mediasi dan Bercerai, namun Mahkamah Syar’iyah mengatakan bahwa kedua upaya tersebut akan dilakukan jika memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh lembaga hukum tersebut karena dilihat dari hubungan pernikahan yang dijalankan, namun jika ada bukti visum dan beberapa bukti pendukung lain maka proses penyelesaiannya akan lebih cepat tanpa harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.&#13;
&#13;
Kata kunci: Upaya Penyelesaian KDRT, Mahkamah Syar’iyah, Mediasi, Relasi Kuasa</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>WOMEN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>VIOLENCE - SOCIAL CONFLICT</topic>
 </subject>
 <classification>303.6</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147887</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 16:35:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-14 12:18:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>