Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGEMBANGAN TAMAN KOTA SEBAGAI THIRD PLACE DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
SYIFAURRAHMAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Sylvia Agustina - 197308171999032002 - Dosen Pembimbing I
Myna Agustina Yusuf - 198908082019032026 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2004110010061
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Perkembangan kota yang pesat dan peningkatan jumlah penduduk di Banda Aceh
memunculkan kebutuhan akan ruang-ruang publik yang dapat mendukung aktivitas
sosial masyarakat. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan taman
kota sebagai third place, yaitu ruang ketiga yang berada di luar rumah dan tempat
kerja. Penelitian ini mengkaji tiga taman kota di Banda Aceh — Taman Lapangan
Blang Padang, Taman Sari, dan Taman Krueng Neng — sebagai third place di Kota
Banda Aceh. Kriteria penilaian meliputi openess, flexibility, dan contextually. Metode
yang digunakan adalah mix method, menggabungkan pendekatan kualitatif dan
kuantitatif melalui survei lapangan, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada 100
pengunjung. Hasil menunjukkan bahwa Taman-taman umumnya berfungsi sebagai
tempat berkumpul yang netral, terbuka, dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.
Masing-masing taman memiliki karakteristik yang unik. Taman Lapangan Blang
Padang sebagai pusat aktivitas sosial dengan fasilitas olahraga dan ruang terbuka untuk
komunitas, Taman Sari dengan daya tarik sejarah dan budaya yang kuat serta Taman
Krueng Neng yang lebih fokus pada taman bermain anak dan area pemancingan.
Namun, beberapa tantangan seperti kebersihan, keamanan, dan fasilitas masih
memerlukan peningkatan untuk memastikan taman-taman ini berfungsi optimal
sebagai ruang publik yang nyaman dan aman. Rekomendasi untuk Taman Lapangan
Blang Padang mencakup penambahan fasilitas olahraga dan Wi-Fi untuk pelajar serta
pekerja lepas, sementara Taman Sari disarankan dikembangkan sebagai pusat kegiatan
budaya dengan instalasi seni dan ruang diskusi. Taman Krueng Neng
direkomendasikan sebagai taman rekreasi keluarga dengan perbaikan fasilitas bermain
anak dan pemancingan, serta peningkatan aksesibilitas. Dengan pengelolaan
berkelanjutan, taman-taman ini berpotensi menjadi pusat interaksi sosial yang dinamis,
memperkuat ikatan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banda Aceh.
Kata kunci: Banda Aceh, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Taman Kota, Third Place
The rapid urban development and population growth in Banda Aceh have created a demand for public spaces that support social activities. One proposed solution is the development of urban parks as third places—spaces outside of home and work. This study examines three urban parks in Banda Aceh—Blang Padang Field Park, Taman Sari, and Krueng Neng Park—as third places in the city. Evaluation criteria include openness, flexibility, and contextuality. The research employs a mixed-method approach, combining qualitative and quantitative methods through field surveys, observations, and questionnaires distributed to 100 visitors. The findings indicate that the parks generally function as neutral, open, and inclusive gathering spaces for various social groups. Each park has unique characteristics: Blang Padang Field Park serves as a hub for social activities with sports facilities and open spaces for community events; Taman Sari emphasizes historical and cultural appeal; and Krueng Neng Park focuses on children’s playgrounds and fishing areas. However, challenges such as cleanliness, safety, and facilities require improvement to ensure these parks function optimally as comfortable and safe public spaces. Recommendations for Blang Padang Field Park include adding sports facilities and Wi-Fi to cater to students and freelancers. Taman Sari is suggested to be developed into a cultural activity center with art installations and discussion spaces, while Krueng Neng Park is recommended as a family recreational park with improved children’s play facilities, fishing areas, and accessibility. With sustainable management, these parks have the potential to become dynamic centers of social interaction, strengthen social bonds, and enhance the quality of life for the people of Banda Aceh. Keywords: Banda Aceh, Green Open Space (RTH), Urban Parks, Third Place
ANALISIS KECUKUPAN TUTUPAN HIJAU HUTAN KOTA DAN TAMAN KOTA DI KOTA BANDA ACEH MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (Titi Rengga Sari, 2025)
KAJIAN KENYAMANAN PENGUNJUNG TERHADAP KELENGKAPAN FASILITAS HUTAN KOTA TIBANG, BANDA ACEH (MILFAT JIHAN, 2018)
EVALUASI FUNGSI FASILITAS RUANG TERBUKA HIJAU PADA TAMAN WISATA MEURAXA DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS PUBLIK (SITI AFIFAH, 2024)
ANALISIS JALUR SIRKULASI PEJALAN KAKI DI KAWASAN TAMAN BERSEJARAH KOTA BANDA ACEH (YUSRIL ANANTA BALSA, 2024)
EVALUASI KARAKTER DESAIN TAMAN ISLAMI PADA TAMAN KOTA BANDA ACEH (Neldi Jaya Putra, 2024)