<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147869">
 <titleInfo>
  <title>PENGEMBANGAN TAMAN KOTA SEBAGAI THIRD PLACE DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SYIFAURRAHMAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan kota yang pesat dan peningkatan jumlah penduduk di Banda Aceh&#13;
memunculkan kebutuhan akan ruang-ruang publik yang dapat mendukung aktivitas&#13;
sosial masyarakat. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan taman&#13;
kota sebagai third place, yaitu ruang ketiga yang berada di luar rumah dan tempat&#13;
kerja. Penelitian ini mengkaji tiga taman kota di Banda Aceh — Taman Lapangan&#13;
Blang Padang, Taman Sari, dan Taman Krueng Neng — sebagai third place di Kota&#13;
Banda Aceh. Kriteria penilaian meliputi openess, flexibility, dan contextually. Metode&#13;
yang digunakan adalah mix method, menggabungkan pendekatan kualitatif dan&#13;
kuantitatif melalui survei lapangan, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada 100&#13;
pengunjung. Hasil menunjukkan bahwa Taman-taman umumnya berfungsi sebagai&#13;
tempat berkumpul yang netral, terbuka, dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.&#13;
Masing-masing taman memiliki karakteristik yang unik. Taman Lapangan Blang&#13;
Padang sebagai pusat aktivitas sosial dengan fasilitas olahraga dan ruang terbuka untuk&#13;
komunitas, Taman Sari dengan daya tarik sejarah dan budaya yang kuat serta Taman&#13;
Krueng Neng yang lebih fokus pada taman bermain anak dan area pemancingan.&#13;
Namun, beberapa tantangan seperti kebersihan, keamanan, dan fasilitas masih&#13;
memerlukan peningkatan untuk memastikan taman-taman ini berfungsi optimal&#13;
sebagai ruang publik yang nyaman dan aman. Rekomendasi untuk Taman Lapangan&#13;
Blang Padang mencakup penambahan fasilitas olahraga dan Wi-Fi untuk pelajar serta&#13;
pekerja lepas, sementara Taman Sari disarankan dikembangkan sebagai pusat kegiatan&#13;
budaya dengan instalasi seni dan ruang diskusi. Taman Krueng Neng&#13;
direkomendasikan sebagai taman rekreasi keluarga dengan perbaikan fasilitas bermain&#13;
anak dan pemancingan, serta peningkatan aksesibilitas. Dengan pengelolaan&#13;
berkelanjutan, taman-taman ini berpotensi menjadi pusat interaksi sosial yang dinamis,&#13;
memperkuat ikatan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Banda Aceh.&#13;
&#13;
Kata kunci: Banda Aceh, Ruang Terbuka Hijau (RTH), Taman Kota, Third Place</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147869</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 16:23:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-17 06:44:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>