<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147863">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL ALAT PENUKAR KALOR PADA SISTEM PENGERING  IKAN ENERGI PANAS BUMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Fuady</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Harga   ikan   pada   musim   panen   raya   relatif  murah,   disamping  itu  pembusukan    ikan   merupakan pennasalahan yang  harus dihadapi  para nelayan.  Kurangnya  pengetahuan  tek:nologi  untuk pengawetan ikan    membuat    nelayan   tidak   mampu    memanfaatkan   hasil    panen    raya    untuk    meningkatkan perekonomian. Mengingat  hal ini dengan  mempertimbangkan  lokasi tempat  berproduksinya ikan yang relatif dekat   dengan   sumber   energi  panas   bumi,  maka  diterapkanlah  teknologi  pengeringan    ikan berenergi   panas   bumi   untuk   mengawetkan   ikan.   Prinsip   kerja   alat  pengering    ini  yaitu   dengan memanfaatkan  potensi  energi  panas  bumi  berupa  air panas  bertemperatur 86,5  °C yang  dialirkan   ke alat penukar  kalor, sedangkan  udara  dari  atmosfer  terkonveksi  secara  alamiah  dan masuk  ke  ruang pengering.  Didalam  ruang  pengering,   udara  panas  hasil  konveksi  bertemperatur 60C mengeringkan&#13;
ikan  dari massa  awal  1  kg untuk  masing-masing rak menjadi  0,25 kg pada rak I  dan 0,3 kg pada rak II dalam  kurun  waktu  lima jam  pengeringan  dengan  total  kebutuhan  energi  sebesar   12198  kJ. Setelah melakukan  pengujian,  diperoleh  efektifitas  alat  penukar  kalor  dan  efisiensi  alat  pengering  masing  -&#13;
masing sebesar  51% dan 30 %.&#13;
&#13;
Kata Kunci :  Alat  penukar  kalor tipe  cross flow,  Alat   pengering   tipe  rak, dan energi panas bumi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147863</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 16:19:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 16:19:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>