PUSAT AKTIVITAS MUSIK DI BANDA ACEH (TEMA : ARSITEKTUR SIMBOLISME) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PUSAT AKTIVITAS MUSIK DI BANDA ACEH (TEMA : ARSITEKTUR SIMBOLISME)


Pengarang

Ricky Andrie H - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9941411424

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2005

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pusat Aktivitas Musik merupakan pusat kegiatan seni di kota Banda Aceh, yaitu seni suara / bunyi yang merupakan ungkapan perasaan manusia dan diwujudkan dalam berbagai cara dan bentuk, dapat dinikmati oleh individu maupun kelompok manusia. Kegiatan yang berlangsung pada banguanan ini berhubungan dengan musik, seperti: kegiatan belajar (kursus musik). kegiatan pelayanan dan penjualan, kegiatan penyewaan (alat-alat musik dan tempat), kegiatan pcrtunjukan (konscr musik). kcgiatan hiburan (rcstouran / cafc), studio rckaman, dan gallery (sarana pameran). Fasilitas yang direncanakan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang lengkap akan musik di satu tempat, agar dapat memberikan pelayanan maksimal.
Tujuan utama dari perancangan adalah diperlukannya suatu wadah yang dapat menampung aktivitas / kegiatan musikal sacara baik dengan memasukkan unsur-unsur pendidikan dan hiburan / rekreasi sebagai faktor utama untuk pengembangan kualitas dan kreativitas pemusik di Aceh agar dapat bersaing dengan pemusik- pemusik lainnya baik dalam negeri dan luar negeri.
Lokasi perencanaan terletak di kawasan Lam Bhuk yaitu jalan Sultan T. Nyak Makam, yang merupakan kawasan campuran (fasilitas umum). Di samping berjauhan dari pusat-pusat kebisingan (pusat kota), lokasi terpilih juga bertujuan untuk menghidupkan kawasan tersebut.
Tahapan proses perancangan ini diawali dengan pengamatan. studi literatur dan studi banding melalui majalah, internet dan wawancara. Tahapan selanjutnya yaitu identifikasi masalah yang timbul dalam perancangan dengan pertimbangan: Kondisi tapak, peraturan pemerintah daerah, kriteria perancangan serta tuntutan perancangan. Permasalahan tersebut dianalisis untuk ditemukan pemecahannya yang kemudian dijadikan konsep dalam merancang.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK