<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147825">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI  BISKUIT  KELAPA  PARUT  KERING  DENGAN PERLAKUAN  PENYANGRAIAN  DAN TANPA PENYANGRAIAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eni Darlia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Biskuit  merupakan  produk makanan  yang dibuat  dari bahan dasar  terigu yang dipanggang  hingga  kadar air kurang  dari  5%.  Di Indonesia dalam  hal  ini Departemen Perindustrian  RI membagi biskuit menjadi 4 kelompok  yaitu: biskuit keras,  crackers,  cookies dan  wafer.  Kelapa  parut  kering  (Desiccated Coconut) adalah produk hasil olahan kelapa yang berupa  butiran-butiran  kecil  yang dibuat dari buah kelapa segar dengan kualitas tinggi agar menghasilkan  kualitas terbaik dengan  warna  putih  bersih.  Produk  ini  biasanya  diperlukan   oleh  perusahaan biskuit,  kue-kue,  es krim,  dan  lain-lain.  Penambahan  kelapa  parut  kering  pada pembuatan   biskuit  sangat  menguntungkan   dari  segi  ekonomis.  Penelitian   ini secara  umum  bertujuan  untuk  memberikan   infonnasi  tentang  kegunaan  kelapa parut kering sebagai alternatif bahan  pangan yang dapat mengurangi  penggunaan tepung  terigu sedangkan  secara  khusus  bertujuan  untuk  mempelajari  persentase penambahan  kelapa  parut  kering  terhadap  tepung  terigu  dan  variasi  perlakuan kelapa parut kering (proses penyangraian  dan tanpa penyangraian)   terhadap mutu biskuit yang dihasilkan.&#13;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial pola 2 x 3 dengan 3  kali ulangan. Pcrlakuan yang diberikan  pada penelitian  ini  terdiri  atas  2  faktor,  yaitu  persentase  penambahan   kelapa  parut&#13;
kering terhadap tepung terigu (T), yang terdiri  dari  3  taraf yaitu  T1= 25%,  T=2 50% dan T3,= 75% dan variasi perlakuan  kelapa parut kering (P) yang terdiri  atas&#13;
2 taraf yaitu P1 = penyangraian  dan P2 = tanpa penyangraian. Analisis biskuit yang dilakukan  meliputi  analisis  bilangan  peroksida,  kadar  air,  kadar  protein,  kadar lemak,  dan uji  organoleptik  yaitu  uji  hedonik  (aroma,  warna,  rasa,  dan tekstur) serta uji deskripsi (tekstur dan rasa).&#13;
Hasil penelitian  menunjukkan bahwa  faktor  persentase  penambahan kelapa parut  kering terhadap   tepung  terigu  berpengaruh  sangat  nyata  (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147825</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 15:47:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 15:47:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>