<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147803">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN GEOLOGI DAN ANALISIS KESTABILAN LERENG DI KECAMATAN JEUNIEB DAN SEKITARNYA, KABUPATEN    BIREUEN, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALIF MUFTI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daerah penelitian ini terletak di Kecamatan Jeunieb dan sekitarnya dengan luas 25 km2 berada pada koordinat 5°06’48.9”LU - 5°09’31.8”LU dan 96°31’11.6”BT - 96°28’46”BT. Daerah penelitian ini jika berdasarkan informasi geologi regional lembar Lhokseumawe memiliki 5 formasi yaitu, Formasi Baong (Tmb) dengan anggotanya Formasi Baong Anggota Batupasir Peuneulien (Tmbp), Retas dan Retas Lempeng Muda (Qpds), Formasi Keutapang (Tuk) dan Endapan Aluvium (Qh). Lokasi penelitian memiliki rentang elevasi berkisar antara 12,5 – 137,5 mdpl. Pada wilayah penelitian terdapat lereng yang terindikasi dalam kondisi tidak stabil di dekat pemukiman. Oleh karena itu perlu dilakukan  penelitian untuk mengetahui kondisi kestabilan lereng yang dekat dengan pemukiman sehingga dapat meminimalisir terjadinya longsor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan geologi, Rock Mass Rating (RMR), dan Slope Mass Rating (SMR). Pemetaan geologi dilakukan untuk memahami kondisi daerah penelitian, meliputi persebaran batuan, struktur geologi, dan geomorfologi. Analisis kestabilan lereng yang digunakan yaitu metode Rock Mass Rating (RMR) untuk mengetahui kualitas massa batuan dan mengklasifikasikan massa batuan. Selanjutnya metode Slope Mass Rating (SMR) bertujuan mengidentifikasi jenis longsoran pada lereng yang diamati, dan memberikan rekomendasi perkuatan lereng yang tidak stabil. Berdasarkan hasil penelitian secara langsung, lokasi penelitian ini terdiri dari 7 satuan batuan seperti satuan batupasir, satuan batulanau, batu serpih, serpih karbonatan, satuan mikrodiorit, satuan konglomerat dan satuan endapan alluvium. Bentang alam pada daerah penelitian terdiri dari 3 satuan bentuk lahan seperti satuan bentuk lahan struktural S1, satuan bentuk lahan denudasional D5 dan satuan geomorfologi fluvial (F1). Dari hasil perhitungan klasifikasi RMR pada lereng 1 diperoleh hasil dengan kelas massa batuan baik yang memiliki bobot 76. Pada lereng 2 memiliki hasil kelas massa batuan sedang dengan bobot 55. Berdasarkan hasil analisis SMR longsoran yang mungkin terjadi pada kedua lereng adalah longsoran baji. Lereng 1 memiki nilai 68,5 yang mengindikasikan lereng masuk ke kategori stabil, sehingga tidak ada rekomendasi perkuatan lereng atau bisa diberikan paritan pada kaki lereng. Pada lereng 2 memiki nilai 54,1 yang mengindikasikan lereng masuk ke kategori sedang, sehingga rekomendasi perkuatan lereng yang dapat digunakan berupa pemberian  paritan pada kaki lereng dan jala kawat dan beton semprot.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147803</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 15:22:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 15:27:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>