<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147791">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM DARI MINYAK BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SAFRA ULFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Farmasi</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia menghadapi tantangan polusi udara tinggi dan paparan sinar UV yang dapat &#13;
memicu stres oksidatif pada kulit akibat peningkatan radikal bebas. Minyak biji pepaya &#13;
(Carica papaya L.) dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami dalam &#13;
formulasi krim untuk melindungi kulit dari kerusakan.Tujuan penelitian ini adalah &#13;
membuktikan aktivitas antioksidan minyak biji pepaya, mengevaluasi sediaan krimnya &#13;
sesuai standar, dan menentukan pengaruh konsentrasi minyak biji pepaya terhadap &#13;
aktivitas antioksidan krim. Krim diformulasikan menjadi tiga formula: F0 (tanpa &#13;
minyak), F1 (0,14%), dan F2 (0,35%). Evaluasi meliputi organoleptik, pH, &#13;
homogenitas, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe krim, dan uji iritasi. Aktivitas &#13;
antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Analisis perubahan pH, daya lekat, &#13;
daya sebar, dan viskositas sebelum dan sesudah cycling test dilakukan dengan uji &#13;
normalitas (Kolmogorov-Smirnov). Data normal dianalisis dengan One-Way ANOVA, &#13;
sementara data yang tidak normal menggunakan uji Kruskal-Wallis (p &lt; 0,05). Hasil &#13;
uji antioksidan minyak biji pepaya menghasilkan nilai IC50 sebesar 69,96 µg/mL. Hasil &#13;
evaluasi menunjukkan F0, F1, dan F2 merupakan krim tipe M/A, memiliki &#13;
organoleptik, pH, homogenitas, daya lekat, dan daya sebar yang baik, serta tidak &#13;
mengiritasi kulit. Semua formula menunjukkan perubahan nilai pH, daya lekat, daya &#13;
sebar, dan viskositas setelah cycling test. Berdasarkan uji statistik, pH dan daya lekat &#13;
tidak berbeda secara signifikan (p &gt; 0,05), sedangkan viskositas dan daya lekat &#13;
menunjukkan perbedaan yang signifikan (p &lt; 0,05). Nilai IC50 antioksidan pada &#13;
formula F0, F1, dan F2 secara berurutan adalah 230,80 µg/mL (lemah), 119,90 µg/mL &#13;
(sedang), dan 87,79 µg/mL (kuat). Hasil ini menunjukkan konsentrasi minyak biji &#13;
pepaya memengaruhi aktivitas antioksidan krim, dengan formula F2 yang memiliki &#13;
antioksidan tertinggi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147791</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 14:39:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 15:07:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>