<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147779">
 <titleInfo>
  <title>VALIDASI PENENTUAN UREA DALAM SALIVA MENGGUNAKAN BIOSENSOR OPTIK UREA DENGAN  PEREAKSI P-DIMETHYLAMINOBENZALDEHYDE (DMAB)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Aldiansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Kimia</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Validasi penentuan urea dalam saliva menggunakan metode Biosensor dan metode p-dimethylaminobenzaldehyde (DMAB) telah berhasil dilakukan. Senyawa antosianin dari bunga Chatarantus roseus diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan diperoleh total rendemen sebesar 22,60 % dengan total konsentrasi sebesar 6,01 mg/L. Ekstrak yang diperoleh dilakukan pengujian antosianin secara kualitatif dengan uji positif ditandai dengan terbentuknya warna kemerahan dan kuantitatif terbentuknya warna kuning memudar. Panjang gelombang maksimum (λmaks) antosianin adalah 664 nm dengan absorbansi 0,674. Pengambilan sampel saliva terdiri dari tiga kategori yaitu anak-anak, remaja, dewasa. Selama proses pengumpulan saliva, diharuskan untuk tidak makan dan minum (kecuali air putih) minimal 1 jam sebelum pengambilan saliva dilakukan. Kemudian ketika sudah terkumpul sampel saliva dilakukan penyimpanan didalam freezer sampai kembali dibutuhkan untuk analisa. Hasil uji linearitas diperoleh dengan kurva kalibrasi dengan koefisien determinasi Biosensor (R2= 0,978) dengan sensitivitas 0,033 dan DMAB (R2= 0,975) dengan sensitivitas 0,685. Nilai pengujian LOD biosensor dan DMAB memperoleh nilai serendah 7,203x10-11 M dan 6,984x10-6 M sedangkan untuk LOQ biosensor dan DMAB 2,182x10-10 M dan 2,116x10-5 M. Perhitungan uji t dapat menunjukkan bahwa thitung memperoleh 1,314 dan ttabel 4,302 yang menandakan thitung &lt; ttabel. Pengujian uji t dapat disimpulkan bahwa metode biosensor sama baiknya dengan DMAB atau tidak ada perbedaan yang signifikan. Indikasi terhadap hasil penentuan urea menunjukkan bahwa sampel dewasa memiliki konsentrasi urea yang paling tinggi diantara sampel lain dan dapat memungkinkan untuk terjadinya beberapa penyakit seperti karies gigi, gagal ginjal, bahkan kerusakan pada hati.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147779</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 14:29:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 15:02:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>