<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147757">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEANDALAN SISTEM DISTRIBUSI LISTRIK DENGAN METODE MONTE CARLO PADA PENYULANG ST02 KUALA BHEE DAN ST04 LAYUNG DI PT. PLN SUB RANTING SAMATIGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ASJUL KHAIRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PT PLN (Persero) memiliki tanggung jawab utama untuk menyediakan tenaga listrik yang andal sesuai dengan standar mutu, meliputi kecukupan pasokan, keamanan, dan kontinuitas layanan. Namun, gangguan pada sistem distribusi listrik kerap terjadi akibat faktor-faktor seperti kondisi alam, usia jaringan, kualitas peralatan, dan gangguan eksternal lainnya. Untuk itu, analisis keandalan sistem distribusi listrik menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. Penelitian ini berfokus pada analisis keandalan Penyulang ST02 Kuala Bhee dan ST04 Layung yang dikelola oleh PT PLN Sub Ranting Samatiga, menggunakan metode Monte Carlo. Metode ini memungkinkan simulasi kondisi nyata dengan memanfaatkan angka acak dan probabilitas statistik, sehingga dapat mengevaluasi keandalan sistem secara lebih akurat. Dengan memanfaatkan data historis, penelitian ini bertujuan untuk menghitung indikator keandalan seperti SAIDI dan SAIFI, mengidentifikasi subsistem yang tidak memenuhi standar SPLN No. 68-2 Tahun 1986. Hasil analisis keandalan tahun 2022 menunjukkan bahwa SAIDI untuk penyulang ST02 Kuala Bhee dan ST04 Layung memenuhi standar SPLN No. 68-2 Tahun 1986 (≤21 jam/pelanggan). Namun, untuk SAIFI, hanya ST04 Layung yang memenuhi standar (≤3,2 kali/pelanggan), sedangkan ST02 Kuala Bhee melebihi batas dengan 6,28 kali/pelanggan. Pada tahun 2023, SAIDI kedua penyulang tetap memenuhi standar, tetapi SAIFI keduanya tidak memenuhi batas, masing-masing sebesar 8,33 kali/pelanggan (ST02 Kuala Bhee) dan 6,1 kali/pelanggan (ST04 Layung). ada tahun 2023, penyulang ST02 Kuala Bhee mengalami peningkatan SAIDI sebesar 61,78% (konvensional) dan 52,92% (Monte Carlo) serta SAIFI sebesar 32,62% dibanding tahun 2022. Sementara itu, penyulang ST04  Layung mencatat peningkatan SAIDI hingga 196,24% (konvensional) dan 191,48% (Monte Carlo), dengan kenaikan SAIFI sebesar 118,28%</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147757</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 13:17:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 14:30:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>