<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147741">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN BADMINTON CENTER DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putri Diana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia merupakan negara yang aktif mengikuti olimpiade tingkat internasional khususnya cabang olahraga bulutangkis. Di tingkat internasional Indonesia kerap meraih juara dan berhasil membawa piala dalam cabang olahraga bulutangkis. Namun atlet yang berhasil meraih juara di piala dunia jarang dijuarai oleh perwakilan atlet yang khususnya berasal dari Aceh. Faktor penyebab yang memfaktori hal tersebut salah satunya ialah kurangnya sarana prasarana yang dapat mewadahi kegiatan pengembangan bakat di cabang olahraga bulutangkis yang ada di Aceh. Sehingga atlet yang memiliki bakat kurang terwadahi untuk mengembangkan bakatnya. &#13;
Dari permasalahan tersebut perlunya membangun sarana prasarana yang dapat mewadahi pengembangan bakat terkait cabang olahraga bulutangkis. Maka dari itu Banda Aceh dipilih sebagai lokasi yang strategis untuk membangun sebuah Badminton Center karena kotanya yang menjadi ibu kota provinsi dari Aceh. Perancangan Badminton Center ini tidak hanya terbuka untuk atlet saja melainkan terbuka untuk banyak kalangan sehingga masyarakat yang memiliki hobi bermain bulutangkis juga dapat menyalurkan hobinya pada rancangan ini. Dengan perancangan sebuah Badminton Center yang baik akan dapat mendatangkan daya tarik tersendiri bagi Kota Banda Aceh. Oleh karena itu pendekatan yang tepat untuk perancangan ini adalah High Tech. Pendekatan ini menggunakan prinsip gerakan  arsitektur modern  yang  membesarkan kesan struktur  dan  teknologi  suatu  bangunan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BADMINTON</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ARCHITECTURAL DESIGN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>SPORT CENTER - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.804 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147741</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 12:43:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 11:52:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>