<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147729">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI VEKTOR DAN PARASIT DARAH PADA KUCING LIAR DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TASYA HUMAIRAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>IDENTIFIKASI VEKTOR DAN PARASIT DARAH PADA KUCING LIAR DI KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Kucing liar adalah kucing yang tidak memiliki pemilik dan dapat menjadi predator alami. Keberadaan kucing liar tidak terlepas dari interaksi mereka dengan berbagai vektor penyakit. Dalam konteks kucing liar, vektor berperan penting dalam penyebaran parasit darah yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parasit darah beserta ektoparasit sebagai vektor pembawa parasit darah tersebut pada kucing liar di Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Sampel ektoparasit diambil langsung dari tubuh kucing liar sedangkan sampel nyamuk diambil dengan menggunakan aspirator. Dari 55 ekor kucing liar diambil 1 ml darah melalui Vena saphena magna. Darah yang diambil dimasukkan ke dalam tube yang diberi EDTA perbandingan 0,1:1 ketiga sampel dibawa ke Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala untuk dilakukan pemeriksaan. Sampel ektoparasit diamati langsung dibawah mikroskop stereo, sampel nyamuk diperiksa menggunakan metode pinning, sedangkan pemeriksaan sampel darah diperiksa dengan metode ulas darah tipis. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya parasit darah yang teridentifikasi beserta vektor dari parasit darah tersebut pada kucing liar yang diteliti. Ektoparasit yang ditemukan adalah Ctenocephalides felis (38,18%), Felicola subrostratus (29,09%), caplak dari genus Haemaphysalis (9.09%) yang merupakan vektor dari Anaplasma sp., sedangkan pada pemeriksaan nyamuk didapatkan nyamuk Culex sp. dan Anopheles sp. yang merupakan vektor potensial dari Plasmodium sp. Pada pemeriksaan darah ditemukan parasit darah Anaplasma sp. dengan prevalensi sebesar 14,55% dan Plasmodium sp. dengan prevalensi 3,64%. &#13;
&#13;
Kata kunci: Anaplasma, kucing liar, parasit darah, plasmodium, vektor&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147729</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 12:26:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 12:31:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>