Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN DATA SYNTHETIC APERTURE RADAR (SAR) DENGAN TEKNIK SMALL BASELINE SUBSET (SBAS) DI KABUPATEN ACEH SELATAN
Pengarang
ZONDA AULIA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Marwan - 197112311998021003 - Dosen Pembimbing I
Freddy Sapta Wirandha - 199308072020011101 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2004107010020
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik Geofisika., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kabupaten Aceh Selatan merupakan wilayah dengan topografi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan, sehingga memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan deformasi permukaan tanah menggunakan teknik Small Baseline Subset (SBAS) berbasis data Synthetic Aperture Radar (SAR) Sentinel 1A. Metode kerja dari SBAS adalah meminimalkan pengaruh gangguan, seperti dekorelasi temporal dan gangguan atmosfer, dengan menggunakan pasangan interferogram yang memiliki baseline geometris kecil. Teknik ini bekerja dengan menganalisis data multi-temporal dari radar aperture sintetis (synthetic aperture radar atau SAR) untuk mengidentifikasi pergeseran atau penurunan tanah yang terjadi dari waktu ke waktu.Teknik SBAS memungkinkan pemantauan deformasi secara presisi tinggi dan deteksi area rawan longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik SBAS mampu mengidentifikasi deformasi secara akurat karena baseline yang lebih rapat dan penggunaan data yang lebih luas. Analisis SBAS di Kecamatan Tapaktuan pada tahun 2023 menunjukkan nilai penurunan tanah sebesar -139 mm, yang dikategorikan sebagai zona kerawanan sangat tinggi. Hasil korelasi dengan data sekunder menunjukkan bahwa wilayah dengan subsidence tinggi juga memiliki Tingkat kerawanan tinggi, begitu juga sebaliknya di wilayah yang subsidence rendah memiliki Tingkat kerawanan yang rendah. Hasil korelasi juga menunjukkan tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Tapaktuan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kemiringan lereng, tipe batuan, dan curah hujan tahunan.
Kata Kunci: SBAS, Subsidence, Kecamatan Tapaktuan, Tanah Longsor, Deformasi.
South Aceh Regency is an area with varying topography, ranging from lowlands to mountainous regions, making it highly vulnerable to landslides. This study aims to analyze ground surface deformation changes using the Small Baseline Subset (SBAS) technique based on Sentinel-1A Synthetic Aperture Radar (SAR) data. The working method of SBAS involves minimizing disturbances, such as temporal decorrelation and atmospheric interference, by utilizing interferogram pairs with small geometric baselines. This technique analyzes multi-temporal data from Synthetic Aperture Radar (SAR) to identify shifts or subsidence of the ground surface over time. The SBAS technique enables precise monitoring of deformation and detection of landslide-prone areas. The results of the study show that the SBAS technique accurately identifies deformation due to tighter baselines and broader data usage. The SBAS analysis in Tapaktuan District in 2023 revealed ground subsidence values of -139 mm, categorized as a very high vulnerability zone. Correlation with secondary data indicates that areas with high subsidence levels also exhibit high vulnerability, while areas with low subsidence levels tend to have low vulnerability. The correlation results further indicate that landslide vulnerability in Tapaktuan District is influenced by three main factors: slope gradient, rock type, and annual rainfall. Keywords: SBAS, Subsidence, Tapaktuan Subdistrict, Landslides, Deformation.
ANALISIS PERBANDINGAN DEFORMASI TANAH PADA TAMBANG BATU GAMPING MENGGUNAKAN METODE FOTOGRAMETRI DAN INTERFEROMETRIC SYNTHETIC APERTURE RADAR (INSAR) DI PT SEMEN PADANG (Vanesta Ilham Edrian, 2026)
APLIKASI METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR (DINSAR) DALAM STUDI DEFORMASI PADA FASE COSEISMIC GEMPA BUMI M 6,2 DI KABUPATEN ACEH SINGKIL (Hasnan Hanif, 2024)
PEMETAAN SPASIAL TINGKAT BAHAYA LONGSOR DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) METODE MAFF-JAPAN DI KABUPATEN ACEH TENGGARA, ACEH (KEEFI KIENAN, 2025)
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN TERDAMPAK TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI DESA LAMKLENG, ACEH BESAR (Muhammad Sultan Azlansyah, 2026)
IDENTIFIKASI POTENSI LONGSOR PADA KABUPATEN BENER MERIAH MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI (MITRA WULANDARI, 2025)