<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147693">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN DATA SYNTHETIC APERTURE RADAR (SAR) DENGAN TEKNIK SMALL BASELINE SUBSET (SBAS) DI KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZONDA AULIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Geofisika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kabupaten Aceh Selatan merupakan wilayah dengan topografi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah hingga pegunungan, sehingga memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan deformasi permukaan tanah menggunakan teknik Small Baseline Subset (SBAS) berbasis data Synthetic Aperture Radar (SAR) Sentinel 1A. Metode kerja dari SBAS adalah meminimalkan pengaruh gangguan, seperti dekorelasi temporal dan gangguan atmosfer, dengan menggunakan pasangan interferogram yang memiliki baseline geometris kecil. Teknik ini bekerja dengan menganalisis data multi-temporal dari radar aperture sintetis (synthetic aperture radar atau SAR) untuk mengidentifikasi pergeseran atau penurunan tanah yang terjadi dari waktu ke waktu.Teknik SBAS memungkinkan pemantauan deformasi secara presisi tinggi dan deteksi area rawan longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik SBAS mampu mengidentifikasi deformasi secara akurat karena baseline yang lebih rapat dan penggunaan data yang lebih luas. Analisis SBAS di Kecamatan Tapaktuan pada tahun 2023 menunjukkan nilai penurunan tanah sebesar -139 mm, yang dikategorikan sebagai zona kerawanan sangat tinggi. Hasil korelasi dengan data sekunder menunjukkan bahwa wilayah dengan subsidence tinggi juga memiliki Tingkat kerawanan tinggi, begitu juga sebaliknya di wilayah yang subsidence rendah memiliki Tingkat kerawanan yang rendah. Hasil korelasi juga menunjukkan tingkat kerawanan tanah longsor di Kecamatan Tapaktuan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kemiringan lereng, tipe batuan, dan curah hujan tahunan. &#13;
Kata Kunci: SBAS, Subsidence, Kecamatan Tapaktuan, Tanah Longsor, Deformasi.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147693</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 11:39:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 11:41:04</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>