<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147671">
 <titleInfo>
  <title>EKSPLORASI TANAMAN BERKHASIAT OBAT DARI KAWASAN GEOTERMAL JABOI  SABANG SEBAGAI AGEN ANTIMIKROBA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suryawati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana / Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Meningkatnya resistensi antimikroba telah mendorong pencarian agen antimikroba poten dari berbagai sumber termasuk dari tanaman. Tanaman di lingkungan yang unik, seperti di daerah geotermal, berpotensi menjadi kandidat antimikroba poten karena variasi kandungan fitokimianya. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di kawasan geotermal menunjukkan kualitas dan kuantitas zat fitokimia yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mendapatkan data profil fitokimia, aktivitas antiplanktonik dan antibiofilm dari ekstrak etanol 70% dari umbi Hydnophytum formicarum Jack (Rubiaceae), daun daun Syzigium myrtifolium Walp (Myrtaceae), daun Aporosa octandra (Buch.-Ham. ex D.Don) Vickery (Phyllanthaceae), Memecylon coeruleum Jack (Melastomaceae) dan Memecylon edule Roxb (Melastomaceae) yang tumbuh di kawasan geotermal Jaboi Sabang. Studi tersebut dilanjutkan dengan pemilihan tanaman dengan aktivitas antimikroba paling poten yaitu M. edule. Terhadap ekstrak M. edule dilakukan fraksinasi berbasis bioaktivitas antibiofilm. Terhadap fraksi paling aktif dilakukan analisis kandungan fitokimia aktif dan dilanjutkan dengan analisis penambatan molekuler terhadap protein yang berperan pada pembentukan biofilm bakteri.  &#13;
Data fitokimia berupa golongan metabolit sekunder dari kelima tanaman terpilih diperoleh secara kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (TLC) dan reagen penampak noda, sedangkan jenis senyawa mudah menguap diperoleh dengan analisis kromatografi gas-spektroskopi massa (GC-MS). Selain itu juga digunakan kromatografi cair-spektroskopi massa resolusi tinggi (LC-HRMS) untuk memperoleh data senyawa kimia dari fraksi aktif dari tanaman paling potensial. Uji aktivitas antiplanktonik dan antibiofilm dilakukan menggunakan metode mikrodilusi terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.  &#13;
Zat mudah menguap yang merupakan konstituen utama dalam ekstrak H. formicarum, S. myrtifolium, A. octandra, M. coeruleum dan M. edule, masing-masing secara berturut-turut adalah senyawa metil ricinoleate (28,34%), phytol (16,46%) 5-hydroxymethylfurfural (1,38%), etil oleate (11,45%) dan furfural (28%). Untuk aktivitas antiplanktonik, ekstrak H. formicarum dan M. edule menunjukkan konsentrasi terendah (1,25 mg/mL) dalam menghambat lebih dari 50% pertumbuhan planktonik S. aureus dan P. aeruginosa. Untuk aktivitas antibiofilm, ekstrak M. coeruleum dan M. edule menunjukkan aktivitas paling poten dengan penghambatan 50% pada konstrasi 5 mg/mL terhadap S. aureus, sedangkan  aktivitas terhadap P. aeruginosa ditunjukkan oleh ekstrak A. octandra pada konsentrasi 2,5 mg/mL. M. edule menunjukkan aktivitas antiplanktonik dan antibiofilm yang relatif poten dan konsisten. &#13;
Ekstrak kasar M. edule yang difraksinasi secara bertahap dengan heksan, etil asetat dan etanol dievaluasi lebih lanjut untuk diketahui kandungan fitokimia dan aktivitas antiplanktonik dan antibiofilm. Fraksi etil asetat (Me2) menunjukkan kadar total flavonoid dan fenolik berturut-turut sebesar 560,53 mgQE/g dan 672,84 mg GAE/g, yang menunjukkan nilai lebih tinggi dibandingkan kedua fraksi lainnya. Aktivitas antiplanktonik dan antibiofilm fraksi etil asetat juga lebih poten dibandingkan kedua fraksi lainnya. Fraksi etil asetat M. edule menghambat 50% planktonik dan biofilm P. aeruginosa pada konsentrasi 10 mg/mL.&#13;
Fraksi aktif Me2 difraksinasi lebih lanjut dengan metode kromatografi kolom menggunakan heksan, etil asetat dan etanol dan menghasilkan 5 subfraksi yang dikelompokkan berdasarkan kemiripan pola noda pada kromatografi lapis tipis. Subfraksi A (Me2A) menunjukkan aktivitas antiplanktonik dan antibiofilm yang lebih poten dibandingkan keempat subfraksi lainnya, dengan aktivitas penghambatan planktonik dan biofilm sebesar 50% berturut-turut pada konsentrasi 10 mg/mL dan 5 mg/mL. Identifikasi fitokimia dengan LC-HRMS menunjukkan adanya senyawa grandisin, betulin, caryophyllene oxide, 4-methoxycinamic acid, amida, dan asam lemak. Hasil analisis in silico menunjukkan bahwa grandisin memiliki pengikatan yang cukup baik dibuktikan dari hasil simulasi molekular. Hasil ini perlu divalidasi lebih lanjut menggunakan penelitian lanjutan secara in vitro maupun in vivo.  &#13;
Penelitian ini menunjukkan bahwa tanaman dari kawasan geotermal, khususnya M. edule, memiliki potensi sebagai sumber alternatif agen antimikroba, dengan aktivitas antiplanktonik dan antibiofilm yang signifikan. Identifikasi senyawa bioaktif, seperti grandisin, serta hasil analisis in silico memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan lebih lanjut. Temuan ini membuka peluang eksplorasi lebih lanjut melalui penelitian in vitro dan in vivo untuk mengatasi tantangan resistensi antimikroba dan mengembangkan strategi pengendalian penyakit infeksi berbasis fitokimia. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>MEDICINAL PLANTS - PHARMACOGNOSY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MICROBIAL DISEASES</topic>
 </subject>
 <classification>615.321</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147671</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 10:43:31</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-22 15:39:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>