Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HAMBATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA MAHASISWA PMM DALAM MEMAHAMI BUDAYA ACEH PADA MATA KULIAH MODUL NUSANTARA
Pengarang
Gina Fakhrana - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Uswatun Nisa - 199107202022032012 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2110102010003
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan salah satu inisiatif Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap keberagaman budaya Indonesia. Sebagai bagian dari program ini, mata kuliah Modul Nusantara dirancang untuk memperkenalkan budaya lokal melalui kegiatan kebhinekaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi antar budaya yang dihadapi oleh mahasiswa PMM dalam memahami budaya Aceh selama mengikuti kegiatan Modul Nusantara di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling serta dianlisis menggunakan konsep hambatan komunikasi antar budaya, teori akomodasi komunikasi, dan teori negosiasi identitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi antar budaya yang dihadapi mahasiswa meliputi: (1) hambatan fisik, seperti adaptasi terhadap lingkungan dan cuaca, (2) hambatan budaya, termasuk perbedaan adat istiadat, kepercayaan, dan kebiasaan, (3) hambatan bahasa, seperti logat, intonasi, dan penggunaan bahasa daerah, (4) hambatan persepsi, yaitu perbedaan cara pandang terhadap budaya baru, (5) tidak terjadi hambatan motivasi akibat kelelahan dari jadwal kegiatan, (6) hambatan emosi, seperti kesalahpahaman dalam interaksi sosial, (7) tidak terjadi hambatan komunikasi antar budaya berupa hambatan pengalaman, serta (8) hambatan kompetisi, seperti gangguan konsentrasi akibat lingkungan yang bising. Temuan ini menyoroti pentingnya strategi akomodasi komunikasi untuk mengatasi perbedaan budaya dan mendukung terciptanya pengalaman belajar yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian komunikasi antar budaya dan menawarkan rekomendasi bagi penyelenggara PMM untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Modul Nusantara.
Kata kunci: Hambatan komunikasi, komunikasi lintas budaya, Modul Nusantara, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, budaya Aceh
The Independent Student Exchange Program (PMM) is one of the initiatives of the Independent Campus which aims to strengthen students' understanding of Indonesia's cultural diversity. As part of this program, the Nusantara Module course is designed to introduce local culture through diversity activities. This study aims to identify the barriers to intercultural communication faced by PMM students in understanding Acehnese culture while participating in the Nusantara Module activities at Syiah Kuala University. Theapproach used through a qualitative research method with an in-depth interview method with six selected informants using a purposive sampling technique and analyzed using the concept of intercultural communication barriers, communication accommodation theory, and identity negotiation theory. The results of the study show that barriers to intercultural communication faced by students include: (1) physical barriers, such as adaptation to the environment and, (2) cultural barriers, including differences in customs, beliefs, and habits, (3) language barriers, such as accent, intonation, and use of regional languages, (4) perception barriers, namely differences in perspective on new cultures, (5) no motivation barriers due to fatigue from activity schedules, (6) emotional barriers, such as misunderstandings in social interactions, (7) no barriers to intercultural communication in the form of experience barriers, and (8) competition barriers, such as concentration disturbances due to noisy environments. These findings highlight the importance of communication accommodation strategies to address cultural differences and support the creation of effective learning experiences. This research makes a theoretical contribution to the study of intercultural communication and offers recommendations for PMM organizers to increase the effectiveness of the implementation of the Nusantara Module. Keywords: Communication barriers, cross-cultural communication, Nusantara Module, Independent Student Exchange, Acehnese culture
PERAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI (STUDI PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI PESERTA PMM) (MHD. MARDIANTO, 2024)
HUBUNGAN NILAI MATA KULIAH GEOGRAFI SOSIAL BUDAYA GEOGRAFI INDUSTRI DAN GEOGRAFI EKONOMI DENGAN MATA KULIAH KKL I MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Putera Andika, 2019)
PROSES ADAPTASI BUDAYA MAHASISWA NON-ACEH SAAT MENJALANKAN KULIAH KERJA NYATA (KAJIAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA TERHADAP MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA) (Teuku Iqbal Caesar, 2016)
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN POLA DASAR BUSANA MELALUI SISTEM MODUL (Nurbaiti, 2021)
KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA PADA MEDIA SOSIAL FACEBOOK (Khairil Anwar, 2018)