<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147593">
 <titleInfo>
  <title>HAMBATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA MAHASISWA PMM DALAM MEMAHAMI BUDAYA ACEH PADA MATA KULIAH MODUL NUSANTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Gina Fakhrana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan salah satu inisiatif Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap keberagaman budaya Indonesia. Sebagai bagian dari program ini, mata kuliah Modul Nusantara dirancang untuk memperkenalkan budaya lokal melalui kegiatan kebhinekaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi antar budaya yang dihadapi oleh mahasiswa PMM dalam memahami budaya Aceh selama mengikuti kegiatan Modul Nusantara di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling serta dianlisis  menggunakan konsep hambatan komunikasi antar budaya, teori akomodasi komunikasi, dan teori negosiasi identitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan komunikasi antar budaya yang dihadapi mahasiswa meliputi: (1) hambatan fisik, seperti adaptasi terhadap lingkungan dan cuaca, (2) hambatan budaya, termasuk perbedaan adat istiadat, kepercayaan, dan kebiasaan, (3) hambatan bahasa, seperti logat, intonasi, dan penggunaan bahasa daerah, (4) hambatan persepsi, yaitu perbedaan cara pandang terhadap budaya baru, (5) tidak terjadi hambatan motivasi akibat kelelahan dari jadwal kegiatan, (6) hambatan emosi, seperti kesalahpahaman dalam interaksi sosial, (7) tidak terjadi hambatan komunikasi antar budaya berupa hambatan pengalaman, serta (8) hambatan kompetisi, seperti gangguan konsentrasi akibat lingkungan yang bising. Temuan ini menyoroti pentingnya strategi akomodasi komunikasi untuk mengatasi perbedaan budaya dan mendukung terciptanya pengalaman belajar yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam kajian komunikasi antar budaya dan menawarkan rekomendasi bagi penyelenggara PMM untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Modul Nusantara.&#13;
&#13;
Kata kunci: Hambatan komunikasi, komunikasi lintas budaya, Modul Nusantara, Pertukaran Mahasiswa Merdeka, budaya Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147593</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 17:20:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 10:41:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>