<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147559">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN GALERI BUDAYA GAYO LUES</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Bayhaqqi Aqshal Arjun</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 38 provinsi, dikenal dengan keberagaman adat, budaya, sejarah, dan seni yang menjadikannya salah satu negara terkaya dalam hal budaya di dunia. Setiap provinsi memiliki karakteristik yang unik, menciptakan kekayaan budaya yang sangat berharga untuk dilestarikan. Salah satu daerah yang memiliki karakter budaya kuat adalah Kabupaten Gayo Lues di Provinsi Aceh. Wilayah ini terkenal dengan seni dan budayanya. Namun, pelestarian dan pemasaran budaya Gayo masih belum efektif karena kurangnya fasilitas yang mendukung kegiatan budaya dan seni tersebut. Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, ketiadaan wadah untuk menampung kegiatan seni dan budaya menjadi penghambat utama dalam mempromosikan serta melestarikan budaya Gayo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang Galeri Budaya Gayo Lues sebagai pusat pelestarian budaya Gayo Lues. Desain ini dilakukan melalui pendekatan tema &quot;cultural symbol&quot; yang berfungsi sebagai identitas budaya yang mencerminkan kehidupan sehari-hari serta adat istiadat masyarakat Gayo. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui literatur dan observasi lapangan, yang kemudian dianalisis untuk menghasilkan desain yang relevan dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat. Dengan menerapkan tema ini, Galeri Budaya Gayo Lues diharapkan menjadi fasilitas yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga mampu merepresentasikan keunikan budaya Gayo serta mendukung keberlanjutan seni dan budaya di Kabupaten Gayo Lues.&#13;
Kata kunci: Arsitektur, galeri budaya, Gayo, simbol budaya</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ART GALLERIES - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>727.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147559</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 16:06:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-16 11:26:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>