ANALISIS PATRONASE DAN KLIENTELISME DALAM PRAKTIK POLITIK TRANSAKSIONAL PADA PILKADA PIDIE JAYA 2017 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PATRONASE DAN KLIENTELISME DALAM PRAKTIK POLITIK TRANSAKSIONAL PADA PILKADA PIDIE JAYA 2017


Pengarang

Maulidia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Effendi Hasan - 197510012009121005 - Dosen Pembimbing I
Faradilla Fadlia - 198410012014042001 - Penguji
Cut Maya Aprita Sari - - - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010103010090

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pada Pilkada Pidie Jaya 2017 terjadi praktik politik transaksional yang sangat masif di Pidie Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Patronase dan Klientelisme dalam praktik politik transaksional di Desa Meunasah Baro pada Pilkada 2017. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, studi kepustakaan, serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori politik transaksional dari Bailey untuk menganalisis permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk Patronase dan Klientelisme dalam praktik politik transaksional di Desa Meunasah Baro pada Pilkada Pidie Jaya 2017 memilki keterkaitan dengan teori yang dikemukan oleh Bailey dalam bukunya "Stratagems and Spoils: A Social Anthropology of Politics" yang menyoroti enam poin kunci utama yang menggarisbawahi dinamika hubungan antara patronase (calon kepala daerah) dan Klientelisme (pemilih) yaitu politik sebagai transaksi, strategi dan taktik, moral dan etika, peran kekuasaan dan pengaruh, konflik dan persaingan, pragmatisme. Dampak praktik patronase dan Klientelisme dalam politik transaksional pada Pilkada Pidie Jaya 2017 di Desa Meunasah Baro yaitu hilangnya kepercayaan, meningkatnya tingkat korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, konflik persaingan dan mengubah pola pikir rasional ke pragmatisme. Kesimpulan menunjukkan Keenam faktor saling memperkuat dan menciptakan lingkungan yang mendukung keberlanjutan politik transaksional. Untuk mengatasinya, dibutuhkan upaya yang komprehensif, seperti meningkatkan pendidikan politik, memperkuat regulasi dan penegakan hukum, serta menciptakan program pemberdayaan ekonomi di tingkat desa. Kemudian, politik transaksional membawa dampak negatif yang luas terhadap demokrasi, kepercayaan masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan pola pikir masyarakat. Untuk mengatasi dampak ini, diperlukan reformasi struktural, seperti penguatan literasi politik, penegakan hukum yang lebih ketat terhadap politik uang, dan pembangunan budaya politik yang berorientasi pada visi dan misi kandidat.
Kata kunci: Patronase, Klientelisme, Politik Transaksional, Pilkada

In the 2017 Pidie Jaya Regional Election, there was a massive practice of transactional politics in Pidie Jaya. This research aims to identify the forms of Patronage and Clientelism in transactional political practices in Meunasah Baro Village during the 2017 Pilkada. The research method used is qualitative research of the descriptive type. Data collection used interview methods, literature study, and documentation. This research uses Bailey's transactional politics to analyze the issues. The research results show that the forms of Patronage and Clientelism in the transactional political practices in Meunasah Baro Village during the 2017 Pidie Jaya Regional Election are related to the theory proposed by Bailey in his book "Stratagems and Spoils: A Social Anthropology of Politics," which highlights six key points that underline the dynamics of the relationship between patronage (regional head candidates) and clientelism (voters), namely politics as transaction, strategy and tactics, morality and ethics, the role of power and influence, conflict and competition, and pragmatism. The impact of patronage and clientelism practices in transactional politics during the 2017 Pidie Jaya regional election in Meunasah Baro village includes the loss of trust, increased levels of corruption, abuse of power, competitive conflicts, and the shift from rational thinking to pragmatism. The conclusion shows that the six factors reinforce each other and create an environment that supports the sustainability of transactional politics. To address this, comprehensive efforts are needed, such as improving political education, strengthening regulations and law enforcement, and creating economic empowerment programs at the village level. Then, transactional politics has a wide-ranging negative impact on democracy, public trust, governance, and the mindset of society. To address these impacts, structural reforms are needed, such as strengthening political literacy, stricter law enforcement against money politics, and building a political culture oriented towards the candidates' vision and mission. Keywords: Patronase, Clintelism, Transactional Politics, local elections

Citation



    SERVICES DESK