PERANCANGAN RUMAH SAKIT PARU DI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANCANGAN RUMAH SAKIT PARU DI BANDA ACEH


Pengarang

JUMARA ALDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Safwan - 197001011997021001 - Dosen Pembimbing I
Laila Qadri - 196910111997022003 - Dosen Pembimbing II
Ardian Ariatsyah - 196909151999031001 - Penguji
Khairul Huda - 196005071988101001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

1904104010103

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

725.51

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Saat ini di Banda Aceh belum ada rumah sakit khusus paru sehingga pasien penderita penyakit paru dapat ditangani di beberapa rumah sakit umum di Banda Aceh, salah satunya adalah Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA). Berdasarkan data pengunjung dan pasien di RSUDZA poliklinik paru jumlah penderita penyakit paru dalam jangka waktu 5 tahun terakhir (1januari 2018 sampai dengan 18 september 2023) berjumlah 29.760 atau sekitar 11% dari jumlah penduduk Banda Aceh yaitu 255.029 berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik). Persoalan desainnya adalah bagaimana wujud perancangan rumah sakit khusus paru di Banda Aceh setara dengan rumah sakit khusus kelas A yang dapat memenuhi standar bangunan, yang kedua bagaimana menciptakan rancangan rumah sakit dengan penerapan konsep Healing Architecture. Pemilihan tapak berlokasi di Jl. Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, Kec. Banda Raya, Kota Banda Aceh. Ide bentuk massa bangunan menggunakan bentuk-bentuk dasar dari bentuk geometris seperti persegi dan persegi panjang, bentukan geometris tersebut baik dalam efisiensi dan fleksibelitas dalam penyusunan ruang dalam rumah sakit. Tata letak dan bentukan massa bangunan ini juga menyesuaikan dengan ukuran dan bentuk tapak. Terdapat area tengah bangunan yang digunakan sebagai taman untuk mendukung konsep healing architecture, Lantai 1 pada bangunan ini difungsikan sebagai ruang-ruang kegiatan yang bersifat publik dan pelayanan seperti rawat jalan, IGD, labolatorium, instalasi jenazah, farmasi, pantry, dan mushola. Lantai 2 pada bangunan Rumah Sakit ini digunakan untuk ruang bedah, ruang rawat bedah, CCSD, perawatan intensif, dan rehabilitasi medik. Sedangkan pada lantai 3 difungsikan sebagai zona rawat inap inap kelas 1, 2 dan 3 sedangkan lantai 4 sebagai rawat inak khusus VVIP dan VIP. Perancangan Rumah Sakit Khusus Paru di Banda Aceh dengan Pendekatan Healing Architecture sebagai respon terhadap kebutuhan bangunan representatif yang dapat mengoptimalkan serta sebagai perantara antara proses penyembuhan dan fasilitas bangunan yang sesuai dengan standar kebutuhan, kemudahan, dan keamanan pasien dalam mendukung aspek kuratif dalam menangani masalah kesehatan. Tata letak massa bangunan pada perancangan Rumah Sakit ini menyesuaikan dengan analisis site yang telah dilakukan seperti analisis view pada tapak, sirkulasi tapak serta didasarkan pada penyusunan zona pada tapak, dan bangunan menghadap timur.

Currently, Banda Aceh does not have a dedicated pulmonary hospital, so patients with lung diseases are treated at several general hospitals in the city, one of which is the dr. Zainoel Abidin Regional General Hospital (RSUDZA). According to visitor and patient data from the RSUDZA pulmonary polyclinic, the number of lung disease cases over the past five years (from January 1, 2018, to September 18, 2023) reached 29,760, which is approximately 11% of Banda Aceh's population of 255,029, as reported by the Central Statistics Agency (BPS). The design challenges include two main aspects. First, how to conceptualize the design of a specialized pulmonary hospital in Banda Aceh that meets the standards of a Class A specialty hospital. Second, how to create a hospital design that incorporates the Healing Architecture concept. The chosen site is located on Jl. Sultan Malikul Saleh, Lhong Raya, Banda Raya Subdistrict, Banda Aceh City. The architectural concept for the building adopts basic geometric shapes, such as squares and rectangles, as they are efficient and flexible for arranging interior spaces in a hospital. The layout and massing of the building are adapted to the size and shape of the site. A central area within the building is designed as a garden to support the Healing Architecture concept. The ground floor (first floor) of the building is designated for public and service-oriented activities, including outpatient services, the emergency room (ER), laboratories, a mortuary, a pharmacy, a pantry, and a prayer room. The second floor is planned for surgical facilities, post-surgical recovery rooms, the Central Sterile Supply Department (CSSD), intensive care units, and medical rehabilitation areas. The third floor is allocated for inpatient wards, including classes 1, 2, and 3, while the fourth floor is reserved for VVIP and VIP inpatient wards. The design of the Specialized Pulmonary Hospital in Banda Aceh, with the Healing Architecture approach, is intended to fulfill the need for a representative facility that not only optimizes the healing process but also bridges the gap between patient care and building standards. The design emphasizes accessibility, safety, and patient comfort to support curative aspects of healthcare. The layout and massing of the building are based on a thorough site analysis, which includes considerations of views, site circulation, and zoning. The building’s orientation is planned to face east to maximize environmental and functional advantages.

Citation



    SERVICES DESK