<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147519">
 <titleInfo>
  <title>UJI BAKTERIOSTATIK ACETOBACTER ACETI DARI ISOLAT CUKA AREN TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAURI STEVIANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cuka aren adalah cuka yang dihasilkan oleh nira melalui proses fermentasi yang melibatkan alkohol dan asam asetat. Didalam cuka aren terdapat bakteri Acetobacter aceti, bakteri ini berpotensi untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati kemampuan bakteri Acetobacter aceti yang diisolasi dari cuka aren dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental di laboratorium. Bakteri Acetobacter aceti diisolasi dari cuka aren, kemudian diuji daya hambatnya terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode Kirby-Bauer. Kekeruhan bakteri Acetobacter aceti diukur dengan spektrofotometer, disesuaikan dengan standar Mc. Farland 0,5 (1,5 x 10⁸ CFU/ml). Konsentrasi bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25%, 50%, 75%, dan 100%. Kontrol positif menggunakan kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif menggunakan aquades. Biakan bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 yang digunakan juga distandarkan dengan Mc. Farland 0,5 (1,5 x 10⁸ CFU/ml). Pengujian daya hambat dilakukan dengan mengukur diameter zona hambat yang terbentuk pada media MHA setelah diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Acetobacter aceti dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus yang ditunjukkan dengan adanya zona hambat di sekitar kertas cakram. Rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk adalah kloramfenikol (14,28 mm), konsentrasi 25% (4,9 mm), 50% (7,31 mm), 75% (9,10 mm), dan 100% (10,2 mm). Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bakteri Acetobacter aceti mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dan semakin tinggi konsentrasi yang digunakan, semakin besar diameter zona hambat yang terbentuk.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STAPHYLOCOCCUS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BACTERIOLOGY - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>616.920 1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147519</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 14:51:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-02-25 15:09:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>