<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147511">
 <titleInfo>
  <title>KELIMPAHAN DAN KARAKTERISTIK MIKROPLASTI DI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) GAMPONG JAWA KOTA BANDA ACEH :</title>
  <subTitle>POTENSI RISIKO TERHADAP LINGKUNGAN</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ika silvia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Prog. Studi Magister Pengelolaan Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tempat pemrosesan akhir (TPA) umumnya dianggap sebagai solusi utama untuk pengelolaan sampah. Namun, proses penguraian sampah plastik di TPA menyebabkan pelepasan partikel mikroplastik ke lingkungan sekitar dan mengancam kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelimpahan dan karakteristik mikroplastik di tanah TPA, lindi TPA, air sungai, dan air sumur di sekitar TPA serta memberikan strategi mitigasi dalam mencegah pelepasan mikroplastik ke lingkungan. Pengambilan sampel dilakukan pada tanah bagian atas (0-5 cm) dan bagian bawah (5-20 cm) zona aktif dan zona tidak aktif TPA, pada aliran masuk dan keluar kolam lindi, bagian hulu dan hilir sungai yang berdekatan dengan TPA, air sumur masyarakat yang berjarak 300 meter dan 600 meter dari TPA. Perlakuan terhadap sampel meliputi pemisahan densitas menggunakan larutan NaCl jenuh, degradasi bahan organik dengan hidrogen peroksida 30% dan FeSO4 0,05 M sebagai katalis. Mikroskop binokuler digunakan untuk mengidentifikasi karakter fisik mikroplastik (bentuk, ukuran, warna). Identifikasi jenis polimer dan gugus fungsi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscpy memberikan pemahaman tentang karakteristik kimia mikroplastik. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan mikroplastik pada sampel tanah zona aktif sebesar 35450 partikel/Kg dan zona tidak aktif 32620 partikel/Kg, sampel lindi yang belum diolah 787 partikel/L dan lindi yang sudah diolah sebesar 332 partikel/L, pada bagian hulu sungai 5 partikel/L dan bagian hilir sungai 8 partikel/L, pada  air sumur yang berjarak 300 meter dari TPA  979 partikel/L dan 799 partikel/L pada air sumur yang berjarak 600 meter dari TPA. Bentuk mikroplastik yang ditemukan pada semua lokasi penelitian terdiri dari fragmen, fiber, film, pelet, foam, dan batang. Mikroplastik berbentuk fragmen merupakan bentuk dominan di semua lokasi penelitian. Mikroplastik yang ditemukan berwarna hitam, kuning, pink, merah, biru, hijau, transparan, putih, oranye, coklat, abu-abu dan ungu. Mikroplastik berwarna hitam paling banyak ditemukan pada semua lokasi penelitian. Mikroplastik yang ditemukan berukuran  1000 µm. Mikroplastik yang ditemukan pada semua lokasi penelitian sebagian besar berukuran</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147511</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 14:15:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 15:10:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>