ANALISIS SEMIOTIK REPRESENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM BERBEDA (ITU) NASIB | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS SEMIOTIK REPRESENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM BERBEDA (ITU) NASIB


Pengarang

Edwin Prayogi M - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010102010070

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian yang berjudul “Analisis Semiotik Representasi Pendidikan Karakter Dalam Film Berbeda (itu) Nasib”. Film sebagai media komunikasi tidak hanya sebagai penyebar informasi, juga berfungsi sebagai media pendidikan. Fungsi pendidikan saat belum muncul sebagai nilai hiburan yang baik untuk dinikmati masyarakat, khususnya Aceh yang saat ini film lokalnya sudah mulai bergejolak, namun banyak sineas atau kreator film mengesampingkan nilai edukatifnya. Film Berbeda (itu) Nasib merupakan film lokal Aceh yang disutradarai Beni Arona, berkisah persahabatan tiga remaja Alif, Bayu, dan Kausar. Mereka memiliki nasib yang berbeda tetapi dengan tujuan yang sama, yakni menjadi generasi emas. Banyak hal-hal simbolik yang bersangkutan dengan pendidikan yang direpresentasikan dalam film. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi pendidikan karakter yang ada dalam film Berbeda (itu) Nasib. Analisis penelitian berdasarkan pada teori komunikasi simbolik dan semiotik Roland Barthes yang menganalisis secara dua tahap, yaitu tahap denotasi dan tahap konotasi. Makna denotasi bisa diartikan sebagai makna harfiah, sedangkan makna konotasi adalah makna subjektif atau intersubjektif, makna konotasi yang identik dengan ideologi, yang disebutnya sebagai mitos. Metode penelitian semiotik ini menggunakan observasi dan dokumentasi, unit analisis penelitian ini adalah scene-scene memiliki kriteria pendidikan karakter. 9 scene yang diteliti memperlihatkan pesan simbolik non verbal yang dominan digunakan adalah jenis pesan kinesik dan bentuk fasial lebih dominan terlihat ketimbang gestural dan postural. Hasil temuan penelitian dalam film, terdapat 7 pilar pendidikan karakter yang terkandung dari 9 scene yang diteliti, 7 piliar pendidikan karakter ini yang termasuk dalam 9 pilar pendidikan karakter Indonesia.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK