<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147457">
 <titleInfo>
  <title>PENGELOLAAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN BURUNG MURAI BATURN(COPSYCHUS MALABARICUS) DI EJA BIRD FARM BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIANDA SYAH PUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
       Burung murai batu (Copsychus malabaricus) merupakan jenis burung dari famili Muscicapidae yang dikenal dengan sebutan kucica hutan. Murai batu memiliki daya tarik yang cukup besar untuk dipelihara karena termasuk kelompok burung yang bersuara bagus, sehingga burung ini sangat digemari dan dicari oleh para penggemar. Populasi burung menurun akibat perburuan, perdagangan, kebakaran hutan, perubahan iklim dan hama penyakit. Penyebab utama terancam punahnya berbagai jenis burung di dunia adanya gangguan maupun tekanan pada habitat di alam. Salah satu upaya konservasi yang diharapkan dapat mempertahankan populasi dan menjaga agar tidak terjadi kepunahan adalah kegiatan penangkaran. Keberhasilan penangkaran dipengaruhi oleh pengetahuan mengenai teknik pemeliharaan kesehatan, pengaturan pola pakan dan lingkungan, serta memenuhi aspek kesejahteraan satwa yang ditangkarkan dengan berdasarkan Peraturan Direktur Jendral PHKA No P.9/IV-SET/2011 yang mengatur lima standar minimum kesejahteraan satwa. Tujuan penelitian ini adalah mengindenfikasi pengelolaan penangkaran burung murai batu (Copsychus malabaricus) dan menganalisis tingkat kesejahteraan satwa di Penangkaran Eja Bird Farm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah memberikan nilai pada setiap variable yang dijabarkan melalui metode analisis deskriptif, pengamatan lapang dan metode total population sampling. Pada data hasil pengelolaan mendapatkan bahwa jumlah murai batu 47 ekor, jantan 29, betina 18. Pengelolaan pakan mendapatkan hasil jenis pakan utama jangkrik dan pur, pada jenis pakan tambahan berupa ulat hongkong, kroto, ulat kandang, ulat jerman, cacing, udang, ikan gobi. Pengelolaan kandang, kandang di Eja Bird Farm terbagi menjadi 3 yaitu, kandang indukan 20 unit dengan jumlah satwa 14, kandang pembesaran 73 unit dengan jumalah satwa 33, inkubator 8 unit dengan tidak ada satwa. Pada kelembaban tertinggi 82% dan terendah 71%, pada suhu tertinggi mencapai 31,2 °C dan pada suhu terendah 30,0 °C. Pengelolaaan kesehatan mendapatkan jenis penyakit yang diderita diare, berak kapur, flu paruh/hidung berair. Pengelolaan reproduksi, proses pembesaran anakan murai hand rearing, usia matang reproduksi 2 tahun pada jantan dan 1 tahun pada betina. Kesejahteraan satwa nilai yang didapat dari 5 komponen yaitu, bebas dari rasa lapar dan haus dengan skoring 4,37, bebas dari ketidaknyamanan lingkungan 4,15, bebas dari rasa sakit, penyakit dan luka, 3,28, bebas berperilaku alami 3,87 dan bebas dari rasa takut dan tertekan 3,71. Kelima komponen tersebut mendapatkan nilai terbobot 78,68 termasuk kategori baik (B). Pengelolaan di Penangkaran Eja Bird Farm tahun 2024 dinilai cukup berhasil dan tingkat kesejahteraan satwa berdasarkan 5 komponen termasuk kedalam kategori baik (B) dengan nilai 78,68.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Burung Murai Batu, Pengelolaan Penangkaran, Kesejahteraan Satwa, Eja Bird Farm&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147457</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 12:27:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 14:41:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>