PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU UNTUK PEMBUATAN BIOGAS DAN MENGURANGI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU UNTUK PEMBUATAN BIOGAS DAN MENGURANGI DAMPAK PENCEMARAN LINGKUNGAN


Pengarang

Ridwan Rosadi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0405105010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Limbah merupakan zat sisa atau bahan yang dihasilkan dari proses pembuatan produk dari suatu industri yang kurang memiliki nilai guna. Limbah industri tahu adalah limbah yang dihasilkan baik dari proses pembuatan tau maupun pada saat pencucian kedelai. Dalam proses pembuatan tahu ada 2 mac.am limbah yang dihasilkan yaitu limbah padat dan limbah cair.
Limbah padat berasal dari proses penyaringan bubur kedelai setelah dimasal yaitu berupa ampas tahu. Ampas tahu masih mempunyai nilai gii yang tinggi schingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tempe gembos dan makanan ternak. Dengan modal yang relatif kecil sebenanya ampas tahu dapat pula diolah menjadi produk-produk pangan seperti tepung. kerupuk, kecap, rengginang, cookies, stik, dan sebagainya.
Sumber limbah cair pabrik tahu berasal dari proses perendaman kedelai serta proses akhir berupa pemisahan jonjot-jonjot tahu. Limbah cair aka mengakibatkan bau busuk dan bila langsung dibuang ke sungai akan menyebabkan pencemaran pada sungai
Biogas mempunyai banyak manfaat karena didalamnya mergandung gas metana yang mudah terbakar, Keberadaan gas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain: Dapat mengurangi pencemaran lingkungan alibat bau dari limbah tahu, membantu menurunkan emisi Oas Rumah Kaca (GRK) yang berman faat dalam memperlambat laju pemanasan global, dapat menjalankan mesin, menghasilkan listrik, gas yang dihasilkan dapat mencukupi kebutuban bahan bakar untuk memasak keluarga, meringankan beban belanja keluarga karena sudah tidak mengeluarkan biaya untuk membeli bahan bakar minyak (gas), menjalankan kulkas, menyalakan lampu, pemanfaatan energi biogas yang terbarukan ini akan mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian bahan bakar minyak bumi fosil, membuka lapangan kerja baru.
Penelitian ini menggunaka Rancangan Acak Kelompok dengan 2 (dua) faktor, yaitu penambahan MOL (1,6 % dan 3,2%) dean Faltor kedus sdalah lama fermentasi (L) yang terdiri dani 3 taraf yait L 22 Hai, L 26 Hai, L 30 Hari. Dengan demikian terdapat 6 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah nilai pH, uji BOD, uji COD, uji TSS dan menghitung telanan gas yang dihasilkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrsi MOL (K) memberikan pengaruh sangat nyata (P0,05) terhadap Tss, plH. Semakin besar konsentrsi MOL maka nilai Cop semakin turun dan sebaliknya semakin kecil konsentrasi MOL maka nilai COD emakin tinggi, Nilai BOD semakin rendah seiring dengan besarnya konsentrasi MOL.
Lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK