IDENTIFIKASI SPESIES DAGING DENGAN MENGGUNAKAN ANTIGEN DAGING SAPI SEGAR SECARA IMUNOLOGI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI SPESIES DAGING DENGAN MENGGUNAKAN ANTIGEN DAGING SAPI SEGAR SECARA IMUNOLOGI


Pengarang

Yenita - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0605104010026

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Suatu penelitian yang berjudul "Identifikasi Spesies Daging dengan Menggunakan Antigen Daging Sapi Segar Secara Imunologi" telah dilakukan di Laboratorium Pengolahan Daging dan Ikan Jurusan Petemakan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dilaksanakan pada tanggal 20 Mei sampai dengan tanggal
10 September 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari identifikasi
pencampuran daging secara imunologi, agar mendapatkan suatu metode yang tepat dalarn mengidentifikasi keaslian daging sapi segar dengan uji secara imunologi. Penelitian ini menggunakan daging sapi segar yang diekstrak menjadi Antigen dan dua ekor kelinci jenis kelarnin jantan sebagai hewan percobaan. Antigen tersebut diinjeksi ke kelinci dan selanjutnya didapatkan Antibodi. Metode yang digunakan adalah uji imunologi Antigen dan Antibodi dengan menggunakan agar gel presipitasi. Parameter yang diamati adalah terbentuknya garis presipitasi diantara Antigen dan Antibodi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antigen daging sapi segar (A), mempunyai garis presipitasi melingkar (segi enam), yang menunjukkan bahwa titer tertinggi yang dapat dicapai adalah 32 kali pengenceran. Hasil uji tes presipitasi antara antiserum dengan berbagai antigen dari olahan daging, garis presipitasi yang didapatkan dari hasil perpaduan antara salah satu antigen dengan berbagai antiserum lainnya. Pada antigen daging sapi segar (A), garis presipitasi hanya terbentuk pada lubang 1, 4 dan 5, artinya antigen daging sapi segar masih identik dengan antiserum daging sapi. Produksi antiserum tertinggi terdapat pada minggu ke-4 yaitu nilai titer
32 kali, pada minggu berikutnya produksi anti serumnya menurun sampai pada nilai
titer yang tidak bisa terdeteksi lagi. Oleh karena itu produksi antiserum daging segar dilakukan pada minggu ke-4.


Kata kunci: ldentifikasi, Antigen Antibodi, Uji lmunologi, Garis presipitasi






Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK