<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147329">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KONFLIK GAJAH DAN MANUSIA SERTA ESTIMASIKERUGIAN EKONOMI DI KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Febrian Arlianda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Kehutanan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gajah sumatera merupakan salah satu kekayaan fauna Indonesia yang termasuk satwa langka. Berdasarkan UU No. 05 tahun 1990 tentang Konservasi Ekosistem Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem perlu dilindungi dan dilestarikan. Satwa ini merupakan herbivora yang memiliki banyak perilaku harian. Semakin berkurangnya habitat dari gajah khususnya hutan, gajah mencari tempat yang tersedia akan pakan dan berbagai kebutuhannya. Salah satu kawasan yang tersedia pakan gajah selain hutan adalah lahan pertanian milik masyarakat. Karena hal yang dilakukan oleh gajah mengakibatkan terjadi konflik dengan manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah konflik yang terjadi dalam kurun waktu 5 tahun, jenis konflik yang terjadi, jenis kerusakan, dampak, serta estimasi kerugian ekonomi yang dialami masyarakat akibat konflik. Penelitian ini dilakukan mulai April hingga Juni 2024 di seluruh Kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan tujuan dalam pengumpulan data yang diperlukan yang langsung tertuju kepada masyarakat yang berhubungan dengan konflik yang terjadi.&#13;
Jumlah konflik yang terjadi antara manusia dengan gajah dalam kurun waktu 5 tahun berjumlah 95 konflik, dengan intensitas yang mengalami naik dan penurunan, dimana penurunan signifikan terjadi pada tahun 2021 dengan jumlah 12 konflik. Konflik kecamatan tertinggi terjadi di Kecamatan Sampoiniet dengan jumlah 12 kasus. Jenis konflik yang terjadi antara manusia dengan gajah adalah kerusakan tanaman, kerusakan bangunan, kerusakan bangunan dan tanaman dan perjumpaan dengan manusia. Persentase jenis konflik tertinggi dimiliki oleh perjumpaan dengan manusia sebesar 40%. Kerusakan yang terjadi akibat konflik manusia dengan gajah mencakup dari jenis tanaman hingga bangunan (gubuk). Jenis tanaman yang paling banyak rusak dalam satuan unit adalah pada tanaman jagung dengan persentase 58,30% dan terkecil adalah pada jenis tanaman coklat, jeruk, dan jsengkol dengan persentase pada masing-masing jenis tanaman 0,1%  kerusakan berdasarkan luas kawasan yang rusak terjadi pada tanaman jenis sawit dengan kerusakan seluas 357,63 Ha dan memiliki persentase sebesar 71,71%. Kerugian ekonomi tanaman tertinggi ada pada jenis sawit dengan kerugian sebesar Rp. 117.402.676.400. Kerusakan bangunan yang rusak sebanyak 19 dengan nilai unit tertinggi sebesar Rp. 38.000.000. Dampak yang paling banyak dirasakan masyarakat adalah ketakutan, dengan persentase sebesar 84%. Total kerugian ekonomi akibat konflik yang terjadi adalah sebesar Rp. 126.993.062.400, dengan rata-rata per tahun dalam rentang waktu selama 5 tahun sebesar Rp. 25.398.612.480, dan rata-rata kerusakan per kecamatan sebesar 14.110.340.267, dengan kecamatan yang mengalami kerugian ekonomi tertinggi ada pada Kecamatan Setia Bakti dengan total Rp. 52.819.700.624 dengan persentase 41,59% dan terkecil pada Kecamatan Jaya dengan total nilai kerugian Rp. 8701.860.128 dengan persentase sebesar 0,69%. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai dampak ekonomi dari konflik gajah dengan manusia dan menyarankan langkah-langkah mitigasi yang lebih efektif dalam rangka konservasi satwa liar serta keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitar habitat gajah.&#13;
Kata Kunci : Aceh Jaya, gajah sumatera, jumlah konflik, kerugian ekonomi, kerusakan tanaman dan bangunan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147329</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 23:23:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 09:20:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>