<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147317">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI GEOMEMBRAN PADA PETANI GARAM DI DESA LANCANG PARU KECAMATAN BANDAR BARU KABUPATEN PIDIE JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Addas Syaida Arraiyan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agribisnis (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak : Adopsi teknologi merupakan sebuah langkah penting dalam pembangunan masyarakat. Masyarakat dapat mengidentifikasi masalah hingga pengembangan solusi dilingkungannya dengan memastikan bahwa teknologi yang diadopsi benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Dalam bertambak garam keterlibatan petani garam sangatlah penting dalam proses ini, karena petani garam sendiri yang paling memahami kebutuhan di lingkungan mereka.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adopsi teknologi geomembran dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani garam mengadopsi inovasi teknologi geomembran pada petani garam di desa Lancang Paru. Penelitian ini menggunakan alat analisis regresi logistik. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat 2 variabel yang dapat mempengaruhi keputusan petani garam yaitu pendapatan dan luas lahan. Variabel tingkat pendapatan (0,19), dan luas lahan  (0,29) memiliki nilai sig &lt; 0,05 maka dapat diartikan bahwa variabel tersebut dapat berpengaruh penting atas keputusan petani garam dalam megadopsi teknologi geomembran. Untuk variabel tingkat pendidikan, frekuensi interaksi dengan penyuluh dan jumlah tanggungan keluarga, tidak berpengaruh penting dalam keputusan petani garam dikarenakan pada setiap variabel tersebut memiliki nilai sig &gt; 0,05. Hasil penelitian berdasarkan pengukuran tingkat adopsi inovasi teknologi geomembran pada petani garam di desa Lancang Paru termasuk dalam kategori Rendah yaitu 17 orang atau hanya 13,07% petani garam yang mengadopsi inovasi teknologi geomembran.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147317</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 20:35:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-15 09:15:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>