<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147259">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI JARAK TANAM KOPI ARABICA TERHADAP HASIL AIR AKIBAT RAINFALL INTERCEPTION LOSS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Agus Setia Budi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Sipil</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak&#13;
Jarak tanam kopi memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil air di suatu kawasan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pohon kopi dapat mempengaruhi atau mengurangi potensi ketersediaan air di masa mendatang. Oleh karena itu, pengaturan jarak tanam kopi menjadi penting untuk memaksimalkan potensi sumber daya air. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, dengan menggunakan tiga variasi jarak tanam, yaitu 2,2 m, 2,6 m, dan 2,9 m. Penelitian mengukur hasil air dan kehilangan intersepsi hujan (rainfall interception loss) dari 42 data hujan harian yang dikumpulkan. Analisis regresi linier sederhana menujukkan hubungan yang signifikan antara estimasi rainfall interception loss (Iest) dan kedalaman hujan (R). persamaan yang diperoleh adalah Iest = 1,992 + 0,183 R, dengan koefisisien korelasi r = 0,82. Analisis regresi berganda menunjukkan hubungan yang signifikan antara hasil air (HA), kedalaman hujan (R), jarak tanam (L), dan rainfall interception loss (I). Persamaan regresi yang diperoleh adalah HA = -3,701 + 0,033R + 1,682L + 0,358I, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,84. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa parameter jarak tanam memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil air. Jarak tanam yang lebih lebar menghasilkan nilai hasil air yang lebih tinggi dibandingkan dengan jarak tanam yang lebih rapat. Pengaturan jarak tanam kopi yang tepat meningkatkan hasil air dan perkebunan kopi. Penelitian ini memberi gambaran bagi pengelolaan perkebunan kopi berkelanjutan dengan persoalan jarak tanam. Nilai hasil optimasi yang didapat pada jarak 2,89 m, pada jarak tersebut harga air dan harga kopi memiliki nilai yang sama, yaitu sebesar Rp 33.300.000,-&#13;
Kata kunci; hasil air, jarak tanam, rainfall interception loss, kopi Arabika.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147259</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 15:52:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 16:15:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>