<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147233">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Sidiqi Muhtaram</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada kasus Putusan Nomor 124/Pid.Sus/2023/PN Bna, terdakwa secara sah serta bersalah diancamkan pidana dalam Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dalam ranah penyalahgunaan obat substansi terlarang dengan spesifiknya masuk ke tumpuan tindak pidana khusus narkotika. Permasalahan hukum yang dibahas dalam penelitian ini ialah tidak terdapat unsur dolus premeditatus maupun bukti penjualan oleh terdakwa, dan putusan majelis hakim yang tidak sesuai dengan kualitas perbuatan terdakwa. Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis unsur dolus premeditatus persidangan dan menentukan pemberatan pidana yang seharusnya diberlakukan kepada terdakwa serta mengetahui kejanggalan yang berdasar pada ketidaktepatan keputusan hakim. Jenis penelitian ini ialah penelitian hukum normatif (normative legal research). Dilakukan dengan menganalisis bahan bacaan baik studi pustaka, Peraturan Perundang-Undangan, buku, jurnal ataupun bahan hukum terkait. Hasil penelitian dalam studi kasus ini adalah terdakwa melakukan tindak kriminal yang melanggar peraturan perundangan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam ranah penyalahgunaan obat substansi terlarang. Unsur dolus premeditatus seharusnya dapat ditegaskan di dalam putusan terkait aksi terdakwa dan saksi yang sengaja menghilangkan barang bukti, dan putusan tersebut memiliki hukum yang tergolong kabur dan tidak sesuai dengan etika dan relasi penggunaan hukum yang benar dan sesuai. Berdasarkan penjabaran putusan, dapat dipahami bahwa terdakwa juga menjadi seorang pecandu narkotika golongan I jenis sabu dan diwajibkan untuk menjalani rehabilitasi sosial. Namun, pada amar putusan tidak ada keputusan hakim untuk mengarahkan terdakwa menjalani rehabilitasi fisik maupun rehabilitasi sosial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147233</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 15:16:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 15:28:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>