<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147227">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT KEPATUHAN MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH TERHADAP BAHASA LARANGAN DI RUANG PUBLIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Derli Andika Setianto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Derli Andika Setianto. (2024). Tingkat Kepatuhan Masyarakat Kota Banda Aceh Terhadap  Bahasa Larangan di Ruang Publik. [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd. dan Herman, R, S.Pd., M.Pd.&#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepatuhan masyarakat Kota Banda Aceh terhadap  bahasa larangan di ruang publik dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat di Kota Banda Aceh. Data dikumpulkan dengan cara pengamatan terkait tingkat kepatuhan masyarakat Kota Banda Aceh terhadap bahasa larangan di ruang publik. Teknik pengumpulan data mencakup observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) masyarakat kota Banda Aceh tidak patuh terhadap bahasa larangan yang terdapat di jalan raya, (2) masyarakat kota Banda Aceh patuh terhadap aturan yang berlaku di rumah ibadah, (3) masyarakat kota Banda Aceh kurang patuh terhadap layanan umum di sekitar. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis, klasifikasi bentuk kepatuhan yang dimiliki masyarakat Kota Banda Aceh yaitu kurang patuh. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya beberapa masyarakat yang tidak mematuhi aturan yang berlaku terhadap bahasa larangan yang tertulis dan simbol di ruang publik. Bentuk ketidakpatuhan yang paling banyak ditemukan yaitu ketidakpatuhan terhadap larangan parkir, menerobos lampu merah.  &#13;
&#13;
Kata Kunci: Kepatuhan, Bahasa Larangan, Ruang Publik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147227</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 15:05:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 15:39:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>