Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI AWAL MIKROORGANISME PADA TAHAP AKHIR FERMENTASI KELAA DALAM PEMBUATAN PLIEK U
Pengarang
Baihaqi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0705105010061
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Buah kelapa (Cocos nucifera L.) adalah buah yang dikenal mempunyai fungsi ekonomis yang tinggi karena mulai dari kulit sampai isinya dapat dimanfaatkan. Daging buah kelapa merupakan sumber untuk mendapatkan minyak kelapa yang digunakan baik sebagai bahan baku industri sabun maupun sebagai bahan kebutuhan rumah tangga. Sedangkan bungkil kelapa, umumnya terbuang percuma atau untuk makanan temak sctelah proses pemisahan minyaknya. Hal ini berbeda dengan masyarakat Aceh yang masih memanfaatkan ampas kelapa menjadi pliek u.
Pliek u merupakan ampas kelapa yang diperoleh setelah proses pengepresan untuk mendapatkan minyak pada kelapa yang sebelumnya telah mengalami proses fermentasi dan penjemuran. Secara umum, pembuatan pliek u dimulai dengan pembuangan air kelapa dengan cara membelah tempurung, kemudian dilanjutkan dengan fenncntasi secara alami selama 1- 10 hari, pengkukuran, penjemuran, dan pengepresan. Namun, di Kabupaten Pidie ada dua cara fennentasi yang dilakukan dalam pembuatan pliek u. cara pertama yaitu daging buah kelapa yang masih melekat pada tempurung dan sudah dibuang aimya difermentasi sekitar 1 - 10 hari. Setelah itu dilakukan pengkukuran daging kelapa dari tcmpurungnya dan dilanjutkan dengan fermentasi selama I - 4 hari. Sedangkan pada cara kedua, buah kelapa langsung dikukur dari tempurungnya dan difermentasi secara alami selama I - 10 hari.
Mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi kelapa dalam pembuatan pliek u belum diketahui jenisnya, kemungkinan proses tersebut dapat discbabkan oleh bakteri, kapang, dan khamir. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini perlu di lakukan identifikasi tahap awal untuk mengetahui ciri-ciri mikroorganisme pada pliek u.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan Sulisma (2010), di Kabupaten Pidie terdapat 17 tempat produksi pliek u yang lokasinya menyebar, proses produksinya relatif kontinyu, serta metode pembuatan yang sangat bervariasi. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, dipilih 3 lokasi tempat produksi pliek u di Kabupaten Pidie secara sengaja karcna jumlah produksi dan metode pembuatan yang digunakan, yaitu desa Glumpang Bungkok, Lam Ujong, dan Busu Kabupaten Pidie.
Isolasi dilakukan dengan menggunakan metode dilution platting (pour platting dan spread platting) pada non selektif dan selektif media agar (Nutrient Agar Brilliant Green Agar, de Man Rogosa Sharpe Agar, and Potato Dextrose Agar). Koloni yang diamati pada media setelah inkubasi pada suhu 30 - 45 C diidentifikasi berdasarkan pengamatan makroskopik dan mikroskopik (Gram staining test), identifikasi merujuk pada kunci identifikasi oleh Holt et al, (1994) Hasil menunjukkan bahwa 6 isolat bakteri telah diidentifikasi yaitu (Micrococcus sp. Lactobacillus sp., Staphylococcus sp., Bacillus sp., Lactococcus sp., dan Salmonella sp.).
Tidak Tersedia Deskripsi
ISOLASI, KARAKTERISASI DAN IDENTIFIKASI MIKROORGANISME DENGAN METODE KONVENSIONAL PADA SETIAP TAHAP PEMBUATAN PLIEK U (NURUL FITRI, 2019)
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI AWAL MIKROORGANISME PADA TAHAP AKHIR FERMENTASI KELAA DALAM PEMBUATAN PLIEK U (Baihaqi, 2025)
KAJIAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KUALITAS PLIEK U (Faisal Basyir, 2017)
IDENTIFIKASI SECARA MOLEKULER DAN UJI MINIMUM INHIBITORY CONCENTRATION (MIC) ISOLAT IPU8 ASAL PLIEK U (Selvia Mahzura, 2024)
OPTIMASI PROSES PEMBUATAN MINYAK SIMPLAH, MINYAK PLIEK U DAN PLIEK U DENGAN VARIASI JENIS STARTER CULTURE DAN LAMA FERMENTASI (DAHAN KURNIA ALFIATI, 2019)