<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="147177">
 <titleInfo>
  <title>ISOLASI  DAN IDENTIFIKASI AWAL MIKROORGANISME PADA TAHAP  AKHIR   FERMENTASI KELAA DALAM  PEMBUATAN PLIEK U</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Baihaqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buah  kelapa    (Cocos  nucifera L.)  adalah  buah  yang  dikenal   mempunyai  fungsi  ekonomis  yang  tinggi  karena  mulai  dari kulit  sampai  isinya dapat  dimanfaatkan. Daging   buah   kelapa    merupakan  sumber  untuk    mendapatkan minyak kelapa yang  digunakan baik  sebagai bahan baku  industri  sabun maupun sebagai  bahan   kebutuhan  rumah  tangga.  Sedangkan bungkil  kelapa,  umumnya terbuang  percuma    atau    untuk    makanan    temak    sctelah    proses    pemisahan minyaknya.  Hal  ini berbeda dengan masyarakat Aceh  yang  masih  memanfaatkan ampas  kelapa  menjadi  pliek u.&#13;
          Pliek   u   merupakan   ampas   kelapa   yang   diperoleh   setelah    proses pengepresan  untuk   mendapatkan  minyak  pada   kelapa  yang   sebelumnya  telah  mengalami proses  fermentasi dan  penjemuran.  Secara umum,  pembuatan pliek u dimulai   dengan  pembuangan  air   kelapa   dengan  cara   membelah  tempurung, kemudian   dilanjutkan   dengan   fenncntasi   secara   alami    selama   1-    10  hari, pengkukuran, penjemuran, dan  pengepresan. Namun,  di  Kabupaten Pidie ada  dua cara  fennentasi   yang  dilakukan dalam  pembuatan  pliek  u.  cara  pertama  yaitu daging   buah  kelapa   yang  masih   melekat  pada   tempurung  dan  sudah  dibuang aimya  difermentasi  sekitar   1 -  10 hari.  Setelah  itu  dilakukan  pengkukuran daging kelapa  dari  tcmpurungnya dan  dilanjutkan dengan  fermentasi  selama   I  - 4 hari. Sedangkan   pada  cara  kedua,  buah  kelapa  langsung  dikukur  dari  tempurungnya dan difermentasi secara alami selama  I - 10 hari.&#13;
          Mikroorganisme  yang  berperan   dalam   proses   fermentasi   kelapa   dalam  pembuatan pliek  u  belum diketahui jenisnya,  kemungkinan proses tersebut  dapat discbabkan oleh  bakteri,   kapang, dan  khamir.  Oleh  sebab itu,   dalam  penelitian ini    perlu   di lakukan   identifikasi  tahap   awal  untuk  mengetahui  ciri-ciri  mikroorganisme pada pliek  u.&#13;
          Berdasarkan   hasil  penelitian     yang   telah  dilakukan  Sulisma   (2010),  di Kabupaten Pidie  terdapat  17 tempat produksi pliek u yang  lokasinya  menyebar, proses  produksinya  relatif  kontinyu,  serta   metode    pembuatan   yang    sangat  bervariasi.  Oleh  karena  itu, dalam  penelitian  ini, dipilih  3 lokasi   tempat  produksi  pliek u   di Kabupaten Pidie  secara sengaja karcna  jumlah  produksi  dan  metode pembuatan yang  digunakan,    yaitu  desa  Glumpang   Bungkok,  Lam Ujong,  dan Busu Kabupaten Pidie.&#13;
          Isolasi  dilakukan   dengan  menggunakan metode   dilution platting (pour platting dan spread platting) pada  non  selektif dan  selektif media  agar  (Nutrient Agar Brilliant Green Agar,  de  Man Rogosa Sharpe Agar,   and Potato  Dextrose Agar).  Koloni  yang  diamati  pada  media  setelah  inkubasi  pada  suhu  30  - 45 C diidentifikasi   berdasarkan  pengamatan    makroskopik  dan   mikroskopik   (Gram staining          test),      identifikasi merujuk  pada kunci  identifikasi  oleh  Holt et   al,    (1994) Hasil  menunjukkan bahwa  6 isolat  bakteri  telah  diidentifikasi yaitu  (Micrococcus sp.   Lactobacillus  sp.,   Staphylococcus sp.,   Bacillus sp.,   Lactococcus  sp.,   dan  Salmonella sp.).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>147177</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 13:00:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-14 13:00:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>