<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14716">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MILLING TERHADAP TEMPERATUR DESORPSI MATERIAL PENYIMPAN HIDROGEN BERBASIS MGH2-SIO2</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ananda Dwi Utami</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh milling terhadap temperatur desorpsi material penyimpan hidrogen berbasis MgH2-SiO2. Penelitian ini dilakukan melalui proses ekstraksi silika dari abu sekam padi yang akan dipadukan dengan MgH2 sebagai katalis. Selanjutnya dilakukan proses milling pada material MgH2 dan dipreparasi melalui teknik mechanical alloying dengan waktu millingyang bervariasi yaitu 3 jam, 5 jam dan 10 jam yang dilanjutkan dengan pengujian sampel. Pengujian XRD dilakukan untuk mengetahui ukuran kristal dan komposisi fasa, SEM untuk pengujian struktur mikro dan DSC untuk pengujian perubahan suhu termal.Hasil pengujian dengan difraksi sinar-X menunjukkan bahwa fasa MgH2 adalah fasa yang paling dominan/utama. Hasil pengujian dengan SEM menunjukkan bahwa semakin lama proses waktu milling, maka struktur permukaan sampel akan lebih halus dan semua sampel cenderung untuk teraglomerasi dan hasil EDS menunjukkan unsur yang terdeteksi pada sampel MgH2-SiO2 adalah Mg, O dan Si. Hasil pengujian DSC menunjukkan bahwa penambahan SiO2 dari abu sekam padi mampu menurunkan temperatur onset MgH2pada waktu milling 10 jam yaitu 319,21?C selama 13,75 menit.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Penyimpan Hidrogen, Magnesium, Mechanical Alloying, katalis SiO2, Abu sekam padi, Milling</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ENERGY - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>530</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>14716</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-09 13:13:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-05-30 14:09:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>