<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146941">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONSENTRASI DAN JENIS IKAN (EUTHYNNUS LINEATUS DAN RASTRELLIGER BRACHYSOMA)TERHADAP MUTU KERUPUK IKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Iqbal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Kerupuk merupakan salah satu bahan pangan yang dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan ataupun pelengkap dalam masakan utama (Adawyah, 2007).  Kerupuk dibuat dari dua macam  bahan pembentuk, yaitu tepung/pati sebagai bahan  pengikat dan ikan/udang sebagai bahan berprotein dan penambah citarasa. Penggunaan ikan selain untuk menambah nilai gizi dan citarasa juga bertujuan untuk  meningkatkan pemakaian produk periklanan terutama saat  tangkpannya meningkat  sehingga perlu diolah lebih lanjut agar hasil panen  tidak rusak.  Kerupuk ikan yang dibuat dalam penelitian ini menggunakan tepung tapioka sebagai bahan pengikat dan dua jenis ikan sebagai bahan berprotein. Pemilihan tapioka sebagai bahan pengikat  karena  memiliki sifat yang diinginkan yaitu warna  lekat  yang terang. daya  lekat yang sangat baik dan rasa yang netral (Radley, 1976). Jenis  ikan yang dipilih dilihat dari jumlah angkapan yang banyak  serta  sifat fisik yang  berbeda, yaitu ikan tongkol (Euthynus lineatus) dan ikan kembung (Ratrelliger  brachysoma)  Penelitian ini bertujuan untuk membuat diversifikasi pengolahan pangan  berbasis ikan, memahami  proses pembuatan kerupuk ikan dan melihat  pengaruh  konsentrasi dan jenis ikan terhadap tapioka Hipotesis penelitian yaitu diduga  pengaruh konsentrasi dan jenis  ikan akan mempengaruhi mutu kerupuk ikan yang  dihasilkan. Manfaat penelitian diharapkan dapat menambah keanekaragaman produk  hasil perikanan dan juga dapat dijadikan literatur dalam melakulan studi lanjutan di bidang pembuatan kerupuk ikan.  Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial  yang terdiri dari 2 faktor. Fakor I adalah jenis ikan (A) terdiri  atas  dua taraf yaitu: A = ikan  tongkol (Euthyrs lineatus), A2 ikan kembung  (Rastrelliger brachysoma). Faktor II adalah konsentrasi ikan (B) yang terdiri atas  empat taraf yaitu B1= I/4:1 (25 gram). B2 I/2:1 (50 gram), B3/4:1(75 gram) dan B4 = 1:1 (100 gram). Berat tapioka untuk semua taraf konsentrasi ikan adalah 100  gram. Dengan demikian terdapat 8  kombinasi perlakuan dengan  3 ulangan sehingga  diperoleh 24 satuan percobaan. Parameter yang diamati pada kerupuk ikan terdiri  atas analisis kimia yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein, analisis  fisik yaitu rasio pengembangan, dan uji organoleptik terhadap warna, aroma, rasa  dan kerenyahan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis ikan tongkol  (Euthynus lineatus) menghasilkan kerupuk dengan kadar abu dan kadar lemak yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan jenis ikan kembung (Rastrelliger  brachysoma), dan kerupuk dari jenis ikan  lebih  tongkol  beraroma dibandingkan  dengan kerupuk jenis ikan. Ikan  kembung tetapi rasio pengembangan  dari  kerupuk  ikan kembung hasilnya lebih tinggi dibandingkan dengan kerupuk ikan tongkol  Sementara perlakuan konsentrasi ikan yang rendah menghasilkan  ladar air, kadar abu dan kadar protein yang rendah. Selain itu warna kerupuk  ikan  kembung pada  semua konsentrasi menunjukkan hasil yang tidak berbeda bila dibandingkan dengan warna kerupuk ikan tongkol pada konsentrasi yang  rendah  berdasarkan  metode rangking dari uji organoleptik diperoleh dari kombinasi perlakuan AB (jenis ikan tongkol dengan  Perlakuan terbaik pada penelitian ini  konsentrasi ikan 25%). Kombinasi perlakuan ini menghasilkan kadar air rata-rata  sebesar 7,46%  ladar abu 1,57%, kadar lemak 2,22%, kadar protein 6,13%, rasio  pengembangan 4,7I, nilai organoleptik warna suka, nilai oganoleptik aroma biasa,  nilai organoleptik rasa biasa, nilai organolepuk kerenyahan suka &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146941</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 15:42:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 15:45:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>