<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146867">
 <titleInfo>
  <title>THE TENDENCY OF HOAX NEWS IN THE PHILIPPINES:</title>
  <subTitle>A CASE STUDY OF ABS- CBN BROADCASTING</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahliah Hadji Salic Madid</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini mengkaji kecenderungan berita hoax dan dampaknya terhadap praktik media, kepercayaan publik, dan tanggapan pemerintah, dengan fokus pada ABS-CBN Broadcasting. Penelitian ini menyoroti peran penting media dalam menyampaikan informasi yang akurat di tengah meluasnya disinformasi di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak berita hoax terhadap kepercayaan publik dan strategi komunikasi krisis yang digunakan oleh ABS-CBN. Pendekatan kualitatif digunakan, dengan metode pengumpulan data termasuk analisis dokumen, dan tinjauan data sekunder dari laporan berita, pernyataan resmi, dan platform media sosial. Temuan penelitian menunjukkan bahwa berita hoaks secara signifikan merusak kepercayaan publik terhadap media tradisional, yang dibuktikan dengan turunnya kepercayaan publik ABS-CBN dari 85% pada tahun 2019 menjadi 50% pada tahun 2020. Penurunan ini terkait dengan kampanye disinformasi yang menuduh adanya korupsi dan bias politik.Namun demikian, ABS-CBN telah mendapatkan kembali reputasinya melalui transparansi, jurnalisme berkualitas, dan keterlibatan masyarakat. Dengan menggunakan media sosial dan bekerja sama dengan pemeriksa fakta, mereka bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan dan memperkuat hubungan dengan pemirsanya. Studi ini merekomendasikan pentingnya strategi mitigasi disinformasi, transparansi, dan pengembangan platform digital yang tangguh untuk membangun kembali kepercayaan publik.&#13;
&#13;
Kata kunci: hoaks, media, kepercayaan publik, disinformasi, ABS-CBN&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146867</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 13:03:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 13:30:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>