<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146833">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN GEDUNG PERTUNJUKAN DENGAN GAYA ARSITEKTUR GOTHIC REVIVAL DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Amalia Rachmayanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Arsitektur</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Banda Aceh, ibu kota Provinsi Aceh, memiliki warisan budaya dan seni yang kaya, termasuk seni musik yang terus berkembang. Musik memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai hiburan, media komunikasi, maupun ekspresi budaya. Perkembangan seni musik terlihat dari peningkatan jumlah sanggar seni, dari 58 pada tahun 2006 menjadi 112 pada tahun 2010, serta beragam genre musik, seperti tradisional Aceh, pop, rock, dangdut, dan hip-hop, yang semakin mendapat tempat dalam pertunjukan.  &#13;
&#13;
Namun, fasilitas untuk penyelenggaraan konser di Banda Aceh masih kurang memadai. Banyak tempat pertunjukan tidak dirancang khusus untuk acara musik, sehingga sering kali menghadirkan risiko keselamatan dan kenyamanan.  &#13;
&#13;
Pembangunan Gedung Pertunjukan khusus menjadi solusi strategis untuk mendukung penyelenggaraan acara seni yang aman dan berkualitas. Selain memenuhi kebutuhan fasilitas yang memadai, gedung ini dapat memperkuat posisi Banda Aceh sebagai pusat seni, budaya, dan pariwisata yang berpengaruh di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ARCHITECTURAL DESIGN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PERFORMING ARTS CENTERS - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GOTHIC ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.83</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146833</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 11:52:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-06-19 14:43:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>