<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146823">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  PENAMBAHAN  BAGASSE (AMPAS TEBU)  DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP  MUTU BOKASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>David Mahendra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tebu    (Saccharum  officinarum)   merupakan salah   satu   jenis   tanaman  penghasil  gula   yang  tumbuh  di   daerah  iklim   tropis.  Keberadaan  industri  gula mempunyai dampak posit if dan negatif bagi  lingkungan di  sekitar pabrik. Adanya industri gula dapat  menyerap tenaga  kerja, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran  yang   ada.   Namun  disisi  lain  dari  proses   pengolahan   tebu  yang dilakukan  dapat  menimbulkan limbah  yang  apabila  tidak  dilakukan   penanganan secara baik akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah yang ditimbulkan oleh industri gula ada tiga jenis yaitu : limbah padat, limbah cair, dan limbah gas.&#13;
          Ampas  tebu  biasanya  dibuang tanpa  pengolahan  lcbih  lanjut  schingga  menimbulkan gangguan  lingkungan dan  bau  yang  tidak  sedap  sehingga  perlu diterapkan suatu teknologi untuk mcngatasi limbah padat, yaitu dengan menggunakan teknologi pengomposan.  &#13;
          Penelitian  ini  menggunakan Rancangan  Petak Terpisah  (RPT) atau  Split  Plot  yang   terdiri  dari  Petak   Utama   dan   Anak  Petak.   Petak   Utama  adalah  Konsentrasi  Ampas Tebu yang terdiri dari 4 taraf yaitu TI = 0%,T2 = 10%,T3 = 20%,dan T4  = 30%. Anak Petak adalah lama fermentasi  (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu LI = 0 Minggu, L2 =2 Minggu, L3 = 4 Minggu,     L4 = 6 Minggu. dengan menggunakan 2 kali ulangan (U) sehingga diperolch 32 satuan percobaan&#13;
          Analisis yang dilakukan terhadap  bokasi   yang dihasilkan meliputi total mikroorganisme atau total cell count (TCC),  pH, temperatur,  kadar air, unsur C, unsur N, rasio CN,  organoleptik (tekstur, bau dan wama), dan uji tanaman&#13;
          Konsentrasi ampas tebu (T) yang digunakan pada pembuatan bokasi hanya berpengaruh nyata (P&lt; 0,05) terhadap total mikroorganisme dari bokasi yang dihasilkan. Nilai total  mikroorganisme  tertinggi terdapat  pada  perlakuan  dengan  konsentrasi ampas tebu 20%.  &#13;
          Lama  fermentasi  (L)  berpengaruh   sangat  nyata  (P&lt;   0,01) terhadap   pH,  tempratur,  kadar air, unsur Carbon,   unsur Nitrogen,  rasio C/N,  tekstur,  aroma, warna , tinggi   tanaman.  Semakin lama fermentasi, pH ,  tekstur,  aroma,  warna dan  tinggi tanaman bokasi cendrung  semakin  meningkat, sebaliknya  kadar air , unsur carbon , unsur nitrogen,  rasio C/N  bokasi cendrung semakin menurun.  Interaksi   antara   konsentrasi   ampas   tebu   dan   lama  fermentasi  (TL)  berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) terhadap  parameter mutu bokasi .&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146823</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 11:37:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 11:37:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>