Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN BAGASSE (AMPAS TEBU) DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI
Pengarang
David Mahendra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0505105010004
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2010
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tebu (Saccharum officinarum) merupakan salah satu jenis tanaman penghasil gula yang tumbuh di daerah iklim tropis. Keberadaan industri gula mempunyai dampak posit if dan negatif bagi lingkungan di sekitar pabrik. Adanya industri gula dapat menyerap tenaga kerja, sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada. Namun disisi lain dari proses pengolahan tebu yang dilakukan dapat menimbulkan limbah yang apabila tidak dilakukan penanganan secara baik akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah yang ditimbulkan oleh industri gula ada tiga jenis yaitu : limbah padat, limbah cair, dan limbah gas.
Ampas tebu biasanya dibuang tanpa pengolahan lcbih lanjut schingga menimbulkan gangguan lingkungan dan bau yang tidak sedap sehingga perlu diterapkan suatu teknologi untuk mcngatasi limbah padat, yaitu dengan menggunakan teknologi pengomposan.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) atau Split Plot yang terdiri dari Petak Utama dan Anak Petak. Petak Utama adalah Konsentrasi Ampas Tebu yang terdiri dari 4 taraf yaitu TI = 0%,T2 = 10%,T3 = 20%,dan T4 = 30%. Anak Petak adalah lama fermentasi (L) yang terdiri dari 4 taraf yaitu LI = 0 Minggu, L2 =2 Minggu, L3 = 4 Minggu, L4 = 6 Minggu. dengan menggunakan 2 kali ulangan (U) sehingga diperolch 32 satuan percobaan
Analisis yang dilakukan terhadap bokasi yang dihasilkan meliputi total mikroorganisme atau total cell count (TCC), pH, temperatur, kadar air, unsur C, unsur N, rasio CN, organoleptik (tekstur, bau dan wama), dan uji tanaman
Konsentrasi ampas tebu (T) yang digunakan pada pembuatan bokasi hanya berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap total mikroorganisme dari bokasi yang dihasilkan. Nilai total mikroorganisme tertinggi terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi ampas tebu 20%.
Lama fermentasi (L) berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap pH, tempratur, kadar air, unsur Carbon, unsur Nitrogen, rasio C/N, tekstur, aroma, warna , tinggi tanaman. Semakin lama fermentasi, pH , tekstur, aroma, warna dan tinggi tanaman bokasi cendrung semakin meningkat, sebaliknya kadar air , unsur carbon , unsur nitrogen, rasio C/N bokasi cendrung semakin menurun. Interaksi antara konsentrasi ampas tebu dan lama fermentasi (TL) berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap parameter mutu bokasi .
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PROPORSI AMPAS BUBUK KOPI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI (Rizal Fahmi, 2016)
PENGARUH PENAMBAHAN BAGASSE (AMPAS TEBU) DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI (David Mahendra, 2025)
PENGARUH FRAKSI VOLUME FIBER AMPAS TEBU SEBAGAI FIBER REINFORCED COMPOSITE TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL (Ayu Syuhada, 2016)
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PULP KOPI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU BOKASI (Donny Heansyah Putra, 2017)
KECERNAAN IN VIVO BAHAN KERING SAPI LOKAL JANTAN YANG DIBERIKAN PAKAN FERMENTASI KULIT COKLAT DAN AMPAS TEBU (syapridus, 2016)