<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146807">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH  KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN  DALAM KHITOSAN  TERHADAP MASA SIMPAN BAKSO IKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yenni Muharni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Udang   biasanya  diolah   atau   diekspor   setelah  dilakukan   pembuangan  bagian kepala,   ekor,   dan   kulit.  Hasil  buangan  ini dapat  mencemari lingkungan karena  menimbulkan   bau   yang   sangat  tidak   enak.   Oleh  karena   itu,  biasanya dilakukan penanganan limbah  tersebut  sehingga  menjadi produk  yang  bermanfaat. Selama   ini limbah kulit udang  belum dimanfaatkan maksimal.  Kulit udang  hanya dimanfaatkan  sebagai   bahan  pembuatan terasi  dan  kerupuk udang.  Pemanfaatan kulit udang   menjadi   khitosan  merupakan  alternatif yang  baik  dalam  memberikan nilai  tambah.   Khitosan  berasal   dari   limbah  udang  atau   cangkang  udang  yang biasanya digunakan sebagai pakan  ternak.&#13;
          Salah  satu   manfaat  khitosan   adalah sebagai  bahan   pengawet,  selain  itu khitosan   juga    dimanfaatkan   dalam    bidang    industri    sebagai    bahan   perekat, pengkelat,  pelapis,  pcmbantu  dalam  produksi foto  dan  pengikat. Sumber  potensial khitosan   adalah   kulit  udang   dan  rajungan.  Indonesia  dapat  menjadi  produscn khitosan, mengingat melimpahnya bahan baku.  Khitosan  adalah salah satu turunan khitin  yang  diperoleh melalui proses  deasetilasi atau  penghilangan gugus  COCH,&#13;
          Mengingat  bahaya  yang  ditimbulkan   akibat   konsumsi  bahan   pengawet  kimia  dalam   hal  ini  formalin  maka  akhir-akhir ini mulai  dikembangkan  bahan pengawet  pengganti yang  aman dikonsumsi yaitu   bahan  pengawet alami.  Salah satu    bahan   pengawet  alami   untuk   bakso   adalah  khitosan.       Pada   penelitian pembuatan  bakso   ikan  adapun  bahan  baku  yang   digunakan  yaitu   ikan  hiu  atau ikan cucut.  &#13;
          Penelitian  ini menggunakan Rancangan  Acak  Kelompok  (RAK)  faktorial  yang  terdiri  dari  tiga  faktor.   Faktor pertama  yaitu  konsentrasi khitosan   (K) yang terdiri  dari  tiga  taraf yaitu  K, = 1,0%; K,  = 1,5%;  dan  Ky = 2,0%.  Faktor kedua  yaitu  lama  penyimpanan (S) yang  terdiri  dari  tiga  taraf yaitu  S1  = 0 hari;  S,= 3  hari; dan  S = 6 hari.  Faktor  ketiga  yaitu  lama  perendaman dalam  khitosan  (P)  yang  terdiri  dari tiga taraf yaitu  P, = 5 menit; P, = 10 menit; dan  P, = I5 menit. Analisis yang  dilakukan  terdiri  dari  analisis  kimia berupa  kadar  air, kadar abu, uji mikrobiologi,   kadar  protein dan   uji  organoleptik dengan   skala  hedonik  (warna, aroma,   rasa   dan  tekstur).  Pengamatan  dilakukan   pada   0,  3,  dan  6  hari  setelah penyimpanan   pada  suhu ruang.  &#13;
          Sidik  ragam   menunjukkan  lama  penyimpanan  berpengaruh  sangat   nyata (P  &lt; 0,01) terhadap nilai  kesukaan tekstur,   serta  berpengaruh  nyata  (P  &lt; 0,05) terhadap kadar  air dan   nilai  WHC.  Perlakuan   konsentrasi  khitosan  berpengaruh nyata (P &lt; 0,05)  terhadap  WHC  bakso   ikan  yang  dihasilken   Lama  perendaman berpengaruh  nyata   (P  &lt; 0,05)   terhadap  total  jumlah   mikroorganisme  dan  nilai kesukaan aroma  serta  Interaksi  antara  lama  penyimpanan dan  lama  perendaman berpengaruh sangat  nyata  (P &lt; 0,01) terhadap nilai kadar  abu  dan kadar protein.&#13;
          Bakso  ikan dengan  kua\itas terbaik  bcrdasarkan  metodc  ranking diperoleh dari  perlakuan  perlakuan  konsentrasi kitosan   1,0% dengan lama  pcnyimpanan 0 hari  serta  dengan  lama  perendaman 5 menit  dengan   karakteristik sebagai  berikut: kadar    air   75,42%,   kadar    abu   0,27%,   jumlah    mikroba   4,9         10'   koloni mikroba/gram, kadar  protein  9,43%,  WHC 77,20%, nilai organoleptik wama 2,32,&#13;
nilai organoleptik rasa 2,40 dan tekstur  1,71.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146807</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 11:17:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 11:17:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>