<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146631">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA KORELASI KECEPATAN UDARA DAN BENTUK LUBANG PADA KINERJA MENARA PENDINGIN TIPE PLAT DATAR BERTINGKAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alifia Kaneysha Perangin-Angin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Menara pendingin merupakan komponen penting dalam sistem pendinginan industri yang bekerja dengan prinsip perpindahan panas melalui penguapan. Kecepatan udara mempengaruhi laju perpindahan panas dan massa antara air dan udara, sedangkan variasi bentuk lubang pada plat bertingkat dapat memengaruhi distribusi aliran udara serta peningkatan luas kontak antara air dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan udara dan variasi bentuk lubang pada plat terhadap kinerja menara pendingin tipe plat datar bertingkat. Variasi yang digunakan mencakup kecepatan udara 20 mph, 25 mph, dan 30 mph, serta empat bentuk lubang: segitiga 1, persegi, bulat, dan segitiga 2. Metode Analisis Varians (ANOVA) digunakan untuk mengevaluasi korelasi antara faktor-faktor tersebut terhadap karakteristik perpindahan panas dan menemukan kombinasi optimal guna mencapai efisiensi pendinginan yang maksimal. Dari hasil penelitian ini, didapatkan bahwa kombinasi variasi lubang persegi dan kecepatan udara fan 30 mph menghasilkan laju perpindahan panas, koefisien perpindahan panas konveksi, dan efisiensi menara pendingin paling tinggi, yaitu 69130,53 J/s, 6425,019246 W/m²K, dan 83,3%. Korelasi antara variasi bentuk lubang dan kecepatan udara terbukti sangat signifikan terhadap kinerja menara pendingin, dengan kombinasi optimal yang ditemukan adalah lubang persegi dan kecepatan fan 30 mph. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kinerja menara pendingin dan efisiensi operasional di berbagai aplikasi industri. &#13;
&#13;
Kata kunci: kecepatan udara, variasi bentuk lubang, ANOVA, Tukey HSD Test, menara pendingin&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146631</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-11 14:55:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 09:10:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>