<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="14660">
 <titleInfo>
  <title>POTRET KEMISKINAN KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mutia Faradiba</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Nama				: Mutia Faradiba&#13;
NIM				: 1101101010039&#13;
Fakultas/Jurusan		: Ekonomi/ Ekonomi Pembangunan (S1)&#13;
Pembimbing			: Dr. Abd. Jamal S.E.,M.Si&#13;
Judul				: Potret Kemiskinan Kota Banda Aceh&#13;
Konsentrasi			: Ekonomi Regional dan Perkotaan&#13;
&#13;
	Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang dihadapi setiap Negara berkembang salah satunya adalah Indonesia. Provinsi Aceh adalah salah satu daerah yang masih banyak memiliki penduduk miskin. Provinsi Aceh memiliki sejarah konflik antara pemerintah Indonesia yang berkepanjangan hal ini pula yang membuat pembangunan di Aceh begitu lambat. Karena konflik tersebut pula pusat ibukota Aceh yaitu Kota Banda Aceh tidak begitu berkembang dibandingkan ibukota provinsi lainnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran kemiskinan di Kota Banda Aceh, kemudian penelitian ini juga melihat pengaruh jumlah tanggungan, pekerjaan, status perkawinan, pendidikan serta usia terhadap pendapatan masyarakat miskin Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan sampel sebanyak 98 orang responden yang mewakili populasi di daerah. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Deskriptif Kualitatif dan metode OLS (Ordinary Least Square). Gambaran hasil yang didapat masyarakat miskin Kota Banda Aceh sejauh ini rata-rata adalah seorang yang memiliki pendapatan berkisar Rp 500.000-Rp 1.000.000 dengan profesi rata-rata adalah seorang pedagang dan buruh harian lepas rata-rata memiliki jumlah tanggungan 1 hingga 5 orang dengan usia kepala keluarga berkisar 40-50 tahun keatas dan pendidikan terakhir rata-rata adalah tamatan Sekolah Menengah Atas. Pada metode OLS diperoleh hasil bahwasannya jumlah tanggungan dan pekerjaan memiliki hubungan yang positif serta signifikan terhadap pendapatan responden. &#13;
&#13;
Kata Kunci : Kemiskinan, Analisis Deskriptif Kualitatif, Banda Aceh</note>
 <subject authority="">
  <topic>POVERTY</topic>
 </subject>
 <classification>362.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>14660</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-07-08 14:50:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-07-28 15:02:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>