<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146585">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS KEGAGALAN POROS PENGGERAK RODA BELAKANG TRUK DENGAN VARIASI BEBAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulil Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik - Teknik Mesin</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Truk menjadi salah satu transportasi utama barang di darat karena efisiensinya dalam hal biaya dan efektivitas. Namun, peningkatan penggunaan truk juga meningkatkan risiko kegagalan komponen, terutama pada poros penggerak roda belakang yang sering mengalami masalah struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab kegagalan poros penggerak roda belakang pada truk melalui simulasi numerik berbasis metode elemen hingga, menggunakan perangkat lunak FEMAP (Finite Element Modeling And Postprocessing). Material poros yang digunakan adalah AISI 4140, dengan empat model uji: satu model tanpa cacat dan tiga model lainnya dengan variasi cacat pada lokasi tertentu. Analisis dilakukan untuk mengamati pengaruh tegangan terhadap performa poros dalam berbagai kondisi cacat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan von Misses maksimum pada poros tanpa cacat mencapai 115,19 MPa, yang masih berada di bawah kekuatan luluh material sebesar 415 MPa, serta tegangan geser maksimum sebesar 124,67 MPa juga masih berada di bawah batas izin material sebesar 239,45 MPa, sehingga poros dianggap aman dalam kondisi tanpa cacat. Namun, pada model poros dengan cacat, nilai faktor intensitas tegangan (KI) tercatat sebesar 17,80 MPa√m, 15,01 MPa√m, dan 20,325 MPa√m, yang melebihi nilai ketangguhan retak material (KIC) yaitu sebesar 10 MPa√m. Hasil ini mengindikasikan bahwa kondisi KI &gt; KIC dapat mempercepat perambatan retak pada poros, menandakan potensi kegagalan struktural. Studi ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya memitigasi cacat untuk menjaga keandalan dan keamanan operasional truk.&#13;
Kata kunci: kegagalan struktural, poros penggerak, metode elemen hingga, faktor intensitas tegangan, ketangguhan retak.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146585</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 17:15:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-13 08:53:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>