<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146555">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH WAKTU PERENDAMAN DAN LAMA PEMASAKAN PADA PEMBUATAN KECAP DARI AMPAS TAHU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arif Rahman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu  alternatif pengolahan ampas tahu  adalah pemanfaatan sebagai  baban dasar pembuatan kecap. Selama ini  biasanya kecap dibuat dengan bahan dasar    kedelai   sehingga   diperkirakan   ampas   tahu    kedelai   ini   juga  bisa dimaofaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kecap menggantikan  kedelai utuh. Kecap dari  baban ampas tahu akan memiliki flavour dan rasa yang sedikit berbeda  dengan  kecap  dengan  baban  dasar   kedelai  utuh,  karena   sebelumnya  bahan  dasarnya  sudah  mengalami  proses  penghancuran dan   merupakan sisa  dari penggumpalan  protein pada proses pembuatan tahu. Proses pembuatannya hampir sama dengan pembuatan kecap dari  baban baku   kedelai.&#13;
          Kecap   adalab salab   satu  produk   bahan   makanan hasil  fermentasi  oleh kapang seperti rhizopus sp,   aspergillus oryzae   dan aspergillus niger sehingga menghasilkan cairan yang berwama coklat. Kecap mempunyai citarasa yang enak dan aroma yang tajam sehingga banyak disukai oleh masyarakat.&#13;
          Penelitian ini  bertujuan  untuk mcmanfaatkan ampas tahu menjadi  kecap  dan mengetahui  pengaruh waktu perendaman dan  lamanya  pemasakan yang digunakan terhadap  karakteristik mutu  kecap  dari  ampas  tahu  yang   dihasilkan. Rancangan  yang   digunakan  adalab    Rancangan  Acak   Lengkap   (RAL)   pola  faktorial  yang  terdiri  dari   atas  2 faktor, yaitu  faktor P (waktu  perendaman) yang terdiri dari 3 taraf yaitu P, = 2 minggu, P = 3 minggu, dan Py  = 4  minggu dan faktor G (lama  pemasakan) yang terdiri dari  3 taraf yaitu  G = 20  menit, G,  = 30 menit, dan Gg = 40 menit.  Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar protein,  organoleptik (warna, rasa dan aroma), viskositas dan uji mikroba.&#13;
          Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor Lama pemasakan  berpengaruh  sangat nyata terhadap kadar air, kadar protein, dan viskositas.  Semakin  lama pemasakan yang dilakukan, maka kadar air dan kadar protein semakin  menurun. Sedangkan viskositas meningkat .&#13;
           Waktu  perendaman  bcrpengaruh  sangat   nyata   terhadap   kadar   protein,  organoleptik  warna, organoleptik rasa dan uji  mikroba. Semakin lama waktu perendaman  yang  dilakukan,  maka   kadar  protein,   organoleptik  warna  dan  uji mikroba semakin meningkat.  Sedangkan organoleptik  rasa juga  meningkat sampai pada taraf 3 minggu, namun mengalami penurunan pada taraf  4 minggu.&#13;
lnteraksi   antara   perlakuan   waktu    perendaman   dan   lama   pemasakan bcrpengaruh  sangat  nyata  pada  kadar  air dan viskositas.  Kecap  ampas tahu yang dihasilkan   dengan   kualitas   yang   terbaik   bcrdasarkan   nilai   rata-rata    tingkat kesukaan  panelis didapat  dari perlakuan waktu perendaman  dan lama pemasakan dengan karakteristik  sebagai  berikut  : nilai organoleptik warna 2,87 (tingkat penerimaan tidak  suka),   nilai  organoleptik rasa  2,85  (tingkat   penerimaan tidak  suka), nilai organoleptik aroma 3,08 (netral).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SOYFOODS - COMMERCIAL PROCESSING - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>664.726</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146555</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 16:20:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 16:38:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>