<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146537">
 <titleInfo>
  <title>STUDI EKSPERIMENTAL DAN SIMULASI KGEGALAN BANTALAN SKF 2311 PADA BLOWER DI PERUSAHAAN MINYAK DAN GAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. IJLAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Teknik Mesin dan Industri</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bantalan merupakan komponen penting dalam mesin, tetapi kegagalannya dapat menyebabkan waktu henti operasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penyebab kegagalan bantalan SKF 2311 pada blower di sebuah perusahaan minyak dan gas. Kegagalan ini ditandai dengan keausan pada cincin luar bantalan setelah hanya empat bulan pemakaian. Metode penelitian mencakup pengujian eksperimental berupa pengujian kekerasan, analisis komposisi kimia, pengamatan struktur mikro, dan Scanning Electron Microscopy (SEM), serta analisis numerik menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) untuk menganalisis distribusi tegangan dan regangan pada bantalan.&#13;
&#13;
Hasil pengujian menunjukkan bahwa material bantalan memiliki kekerasan di bawah standar 100Cr6 dan lebih menyerupai AISI 52100 berdasarkan analisis komposisi kimia. Pengamatan SEM mengungkap adanya initial crack yang memicu kegagalan. Simulasi elemen hingga menunjukkan bahwa faktor intensitas tegangan (KIC) sebesar 74,53 MPa√m pada bantalan cacat melebihi nilai ketangguhan retak (KIC = 20 MPa√m), menyebabkan retak awal menjalar akibat tegangan tinggi dan selanjutnya terjadi keausan hingga kegagalan total. &#13;
&#13;
Penelitian ini menyimpulkan bahwa material non-standar dan kondisi operasional yang tidak optimal menjadi penyebab utama kegagalan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pemilihan material dan pengelolaan operasional untuk mencegah kegagalan serupa di masa depan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146537</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 16:02:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 16:09:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>