<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146445">
 <titleInfo>
  <title>INFEKSI SEKUNDER PSEUDOMONAS AERUGINOSA PADA KUCING DOMESTIK (FELIS CATUS DOMESTICUS) PENDERITA EAR MITES DI KECAMATAN KUTA ALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dinar Fawwaz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>INFEKSI SEKUNDER Pseudomonas aeruginosa PADA KUCING DOMESTIK (Felis catus domesticus) PENDERITA Ear Mites DI KECAMATAN KUTA ALAM &#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Tungau telinga merupakan suatu  jenis  parasit yang hidup di saluran telinga. Tungau telinga  bisa menyebabkan gatal-gatal, kemerahan, serumen telinga berwarna gelap, dan peradangan. Kondisi ini semakin parah jika terdapat faktor infeksi sekunder yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri Pseudomonas aeruginosa pada kucing yang menderita ear mites di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Sampel yang digunakan adalah 22 ekor kucing domestik yang terdapat ear mites. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode cross sectional pada 11 gampong yang terdapat di Kecamatan Kuta Alam. Isolasi bakteri dilakukan dengan media spesifik yaitu Pseudomonas Cetrimide Agar (PCA), selanjutnya dilanjutkan dengan pewarnaan Gram untuk melihat koloni bakteri secara mikroskopis. Hasil pemeriksaan dari seluruh gampong di Kecamatan Kuta Alam, menunjukkan 5 kucing yang berada di di Gampong Laksana, Gampong Peunayong, Gampong Lampulo, dan Gampong Mulia positif menderita infeksi sekunder Pseudomonas aeruginosa, dengan tingkat prevalensinya adalah 23 %. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan kucing yang berada di Kecamatan Kuta Alam mengalami infeksi sekunder Pseudomonas aeruginosa.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kucing, Ear Mites, Pseudomonas aeruginosa, Kuta Alam&#13;
 </note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146445</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 11:45:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 11:49:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>