POLA SEBARAN AREA POTENSI BANJIR DI WILAYAH KABUPATEN ACEH TAMIANG DENGAN PEMANFAATAN GOOGLE EARTH ENGINE (GEE) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POLA SEBARAN AREA POTENSI BANJIR DI WILAYAH KABUPATEN ACEH TAMIANG DENGAN PEMANFAATAN GOOGLE EARTH ENGINE (GEE)


Pengarang

WILDAN SYAH PUTRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Sylvia Agustina - 197308171999032002 - Dosen Pembimbing I
Fahmi Aulia - 199202172019031014 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2004110010043

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Perencanaan Wilayah dan Kota (S1) / PDDIKTI : 35201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota., 2025

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kabupaten Aceh Tamiang merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana banjir akibat tingginya intensitas curah hujan, kondisi topografi dataran rendah, dan perubahan tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola distribusi area berpotensi banjir menggunakan platform Google Earth Engine (GEE) serta membandingkannya dengan peta kerawanan banjir yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang. Pendekatan yang digunakan melibatkan analisis spasial berbasis skoring dan pembobotan pada parameter curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian, dan tutupan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa area dengan tingkat kerawanan banjir tinggi mencakup luas 67.988 hektar, yang mayoritas berada di dataran rendah dan kawasan pesisir, sementara area dengan kerawanan rendah mencakup 55.924 hektar yang dominan berada di wilayah perbukitan. Perbandingan dengan peta BPBD mengindikasikan bahwa analisis menggunakan GEE memiliki resolusi spasial yang lebih tinggi dan mampu menghasilkan distribusi risiko banjir secara lebih terperinci. Peta hasil analisis GEE menunjukkan dominasi zona kerawanan tinggi di sepanjang aliran sungai dan kawasan pesisir, sedangkan peta BPBD lebih berfokus pada zona perkotaan. Penggunaan GEE terbukti memberikan efisiensi dan akurasi dalam pemetaan risiko banjir berbasis data spasial. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun langkah mitigasi bencana berbasis teknologi yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Kata Kunci : Analisis Spasial, Banjir, Google Earth Engine, Kabupaten Aceh Tamiang, Perbandingan Peta

Aceh Tamiang Regency is a region prone to flooding due to high rainfall intensity, lowland topography, and changes in land cover. This study aims to map the distribution patterns of areas with potential flood risks using the Google Earth Engine (GEE) platform and compare them with the flood hazard map issued by the Regional Disaster Management Agency of Aceh Tamiang Regency. The approach involves spatial analysis based on scoring and weighting parameters such as rainfall, slope gradient, elevation, and land cover. The results show that areas with a high flood hazard level cover 67,988 hectares, mostly located in lowland and coastal areas, while areas with low hazard levels cover 55,924 hectares, predominantly in hilly regions. A comparison with the BPBD map indicates that the analysis using GEE has a higher spatial resolution and provides a more detailed distribution of flood risks. The GEE analysis map highlights the dominance of high-risk zones along riverbanks and coastal areas, whereas the BPBD map focuses more on urban zones. The use of GEE has proven efficient and accurate in flood risk mapping based on spatial data. These findings are expected to serve as a strategic reference for local governments in developing more effective and targeted disaster mitigation measures utilizing technology. Keywords : Aceh Tamiang Regency, Floods, Google Earth Engine, Map Comparison, Spatial Analysis.

Citation



    SERVICES DESK