<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146367">
 <titleInfo>
  <title>KEBIJAKAN KOMUNIKASI PRABENCANA (ANALISIS ISI QANUN NO. 5 TAHUN 2010 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA PASAL 10 DAN 11)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Badratun Nafis</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian ini berjudul “Kebijakan Komunikasi Prabencana (Analisis isi Qanun Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Penanggulangan Bencana Pasal 10 dan 11). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi prabencana dalam kebijakan Qanun No. 5 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Bencana, khususnya Pasal 10 dan 11. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi dengan pendekatan kuantitatif, yang melibatkan pengkodean frekuensi kata dan konsep terkait kebijakan komunikasi bencana. Penelitian ini mendasarkan analisisnya pada Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-&#13;
2030, dengan fokus pada empat prioritas utama: memahami risiko bencana, penguatan tata kelola risiko bencana, investasi dalam pengurangan risiko bencana, dan peningkatan manajemen risiko. Dari hasil uji reabilitas antar-coder dengan tingkat reliabel sebesar 87%. Berdasarkan hasil analisis pada aspek tata urutan dasar hukum didapatkan bahwa Qanun nomor 5 Tahun 2010 pasal 10 dan 11 telah sessuai dengan tata urutan dasar hukum dengan persentase 100%. Dalam aspek muatan isi, aspek yang paling banyak dimuat dalam kedua pasal yang diteliti sesuai dengan 4 prinsip kerangka kerja sendai yaitu mengenai tata kelola bencana dengan persentase&#13;
55,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan komunikasi prabencana di Aceh belum optimal. Kurangnya kolaborasi antara lembaga-lembaga terkait serta minimnya pelatihan dan pendidikan untuk masyarakat menjadi hambatan dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Selain itu, belum terintegrasinya kebijakan dengan pendekatan lokal memperlemah efektivitas kesiapsiagaan bencana.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Kebijakan komunikasi, komunikasi prabencana, Qanun, pemangku kepentingan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146367</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 08:41:02</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 08:44:20</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>