<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="146303">
 <titleInfo>
  <title>KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MASYARAKAT KOTA SABANG DENGAN WISATAWAN ASING PASCA PANDEMI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aliffia Natasha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Politik	Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota Sabang dikenal sebagai salah satu kota wisata dengan keindahan bawah lautnya yang menakjubkan. Hal tersebut membuat para wisatawan tertarik karena adanya beraneka ragam destinasi wisata. Permasalahan yang terjadi ketika pada akhir tahun 2019 sampai dengan 2020 adanya wabah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi coronavirus. pada akhir tahun 2019 sampai dengan 2020 mengalami penurunan disebabkan karena adanya pandemi Covid- 19. Namun pada tahun 2021 sampai 2023, setelah pandemi Covid -19 berakhir, kunjungan wisatawan asing yang masuk ke kota Sabang kembali meningkat. Dalam penelitian ini terdapat enam orang yang menjadi informan, yaitu empat orang masyarakat Kota Sabang, dua orang wisatawan asing. Masyarakat yang menjadi informan adalah masyarakat berdomisili Kota Sabang yang sering melakukan interaksi dengan wisatawan asing, kemudian informan wisatawan asing yang masuk pasca pandemi dalam jangka waktu satu bulan atau dua bulan.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi antar budaya masyarakat sabang dengan wisatawan asing pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan teori Cultural Identity Negotiation dengan menggunakan metode pengamatan deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi telah merubah cara wisatawan asing berinteraksi dengan masyarakat Kota Sabang, perubahan pola hidup masyarakat Kota Sabang dan wisatawan asing dengan menjaga protokol kesehatan meskipun pasca pandemi.  Kemudian perubahan kebijakan baru terkait berpakaian di pantai Iboih bagi wisatawan asing, perbandingan pasca pandemi ini menunjukkan masyarakat Kota Sabang masih tetap kuat dalam menjaga nilai-nilai syariat islam. Masyarakat Kota Sabang juga berhasil memperkenalkan, mempertahankan, menghormati, serta menyampaikan kebijakan budaya yang dimiliki Masyarakat Kota Sabang terkhusus masyarakat Desa Iboih sehingga wisatawan asing juga berusaha untuk menyesuaikan diri mereka dengan norma, adat istiadat, dan kebudayaan yang dimiliki masyarakat Kota Sabang sesuai dengan ajaran syariat islam. &#13;
Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Kota Sabang, Wisatawan Asing</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>146303</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-01-09 16:20:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-01-10 08:06:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>