Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MASYARAKAT KOTA SABANG DENGAN WISATAWAN ASING PASCA PANDEMI
Pengarang
Aliffia Natasha - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Rizanna Rosemary - 197505142008012021 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2010102010026
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Ilmu Komunikasi., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kota Sabang dikenal sebagai salah satu kota wisata dengan keindahan bawah lautnya yang menakjubkan. Hal tersebut membuat para wisatawan tertarik karena adanya beraneka ragam destinasi wisata. Permasalahan yang terjadi ketika pada akhir tahun 2019 sampai dengan 2020 adanya wabah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi coronavirus. pada akhir tahun 2019 sampai dengan 2020 mengalami penurunan disebabkan karena adanya pandemi Covid- 19. Namun pada tahun 2021 sampai 2023, setelah pandemi Covid -19 berakhir, kunjungan wisatawan asing yang masuk ke kota Sabang kembali meningkat. Dalam penelitian ini terdapat enam orang yang menjadi informan, yaitu empat orang masyarakat Kota Sabang, dua orang wisatawan asing. Masyarakat yang menjadi informan adalah masyarakat berdomisili Kota Sabang yang sering melakukan interaksi dengan wisatawan asing, kemudian informan wisatawan asing yang masuk pasca pandemi dalam jangka waktu satu bulan atau dua bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi antar budaya masyarakat sabang dengan wisatawan asing pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan teori Cultural Identity Negotiation dengan menggunakan metode pengamatan deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi telah merubah cara wisatawan asing berinteraksi dengan masyarakat Kota Sabang, perubahan pola hidup masyarakat Kota Sabang dan wisatawan asing dengan menjaga protokol kesehatan meskipun pasca pandemi. Kemudian perubahan kebijakan baru terkait berpakaian di pantai Iboih bagi wisatawan asing, perbandingan pasca pandemi ini menunjukkan masyarakat Kota Sabang masih tetap kuat dalam menjaga nilai-nilai syariat islam. Masyarakat Kota Sabang juga berhasil memperkenalkan, mempertahankan, menghormati, serta menyampaikan kebijakan budaya yang dimiliki Masyarakat Kota Sabang terkhusus masyarakat Desa Iboih sehingga wisatawan asing juga berusaha untuk menyesuaikan diri mereka dengan norma, adat istiadat, dan kebudayaan yang dimiliki masyarakat Kota Sabang sesuai dengan ajaran syariat islam.
Kata Kunci: Komunikasi Antarbudaya, Kota Sabang, Wisatawan Asing
Sabang City is known as one of the tourist cities with its amazing underwater beauty. This makes tourists interested because of the variety of tourist destinations. The problem that occurred when at the end of 2019 to 2020 there was an outbreak of infectious diseases caused by coronavirus infection. at the end of 2019 to 2020 experienced a decline due to the Covid- 19 pandemic. But in 2021 to 2023, after the Covid -19 pandemic ended, foreign tourist visits to the city of Sabang increased again. In this study there were six people who became informants, namely four people from Sabang City, two foreign tourists. The people who become informants are people living in Sabang City who often interact with foreign tourists, then foreign tourist informants who enter post-pandemic within a month or two months. This study aims to determine the intercultural communication between Sabang people and foreign tourists after the pandemic. This research uses the theory of Cultural Identity Negotiation by using a qualitative descriptive observation method through data collection techniques by means of observation, interviews, and documentation with descriptive analysis techniques. The results of this study indicate that the pandemic has changed the way foreign tourists interact with the people of Sabang City, changes in the lifestyle of the people of Sabang City and foreign tourists by maintaining health protocols even after the pandemic. Then the new policy changes related to dressing on Iboih beach for foreign tourists, this post-pandemic comparison shows that the people of Sabang City are still strong in maintaining the values of Islamic law. The people of Sabang City have also succeeded in introducing, maintaining, respecting, and conveying cultural policies owned by the Sabang City Community, especially the people of Iboih Village so that foreign tourists also try to adapt themselves to the norms, customs, and culture of the Sabang City community in accordance with the teachings of Islamic law. Keywords: Intercultural Communication, Sabang City, Foreign Tourists
DINAMIKA KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MASYARAKAT KOTA SABANG DENGAN WISATA MANCANEGARA (Odi Septian, 2018)
ANALISIS SIKAP DAN PERILAKU ANTARA WISATAWAN ASING DENGAN MASYARAKAT LOKAL KOTA SABANG DALAM DINAMIKA KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (Teuku Anshar, 2017)
PENGARUH CITRA HALAL DAN KESADARAN HALAL TERHADAP NIAT KUNJUNG ULANG WISATAWAN ASING DI KOTA BANDA ACEH DAN SABANG DENGAN SIKAP SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Halir Razaqi, 2024)
PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT TERHADAP MASUKNYA BUDAYA ASING DI KOTA PARIWISATA DESA IBOIH SABANG (SUATU STUDI KASUS DI DESA IBOIH SABANG ) (Karmila, 2019)
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEDAGANG LOKAL KOTA SABANG DALAM MENGHADAPI WISATAWAN MANCANEGARA (Lyli Kasdina, 2024)